RSS

mikrobiologi “tugas artikel kanker serviks”

TUGAS

MIKROBIOLOGI

Kanker Serviks

 

 

OLEH:

1.ELISABETH NIHA

2.WIWID FITRIANI

 

PRODI S-1 KESEHATAN LINGKUNGAN

STIKES WIDYAGAMA HUSADA MALANG

20011/2012

1. Apa itu kanker serviks? kenali dah cegah yuk ! J

       Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).

Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

2. Sebeberapa bahaya penyakit kanker serviks ini?

 

         Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.

Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

 

 

3. Apa sebenarnya penyebab kanker serviks ini?

         Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.

 

Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana cara penularan kanker serviks ?

        Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.

 

Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Henah lo, mangkanya jangan jajan yaa.

5. Yuk kenali apa saja gejala kanker serviks ini?

       Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :

  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

 

 

6. Berapa lama masa pertumbuhan kanker serviks ini?

       Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.

Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

 

sisi lain kanker serviks

7. Benarkah perokok berisiko terjangkit kanker serviks?

       Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.

Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

IBN

8. Selain perokok siapa saja yang berisiko terinfeksi?

      Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.

Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.

9. Bagaimana cara mendeteksinya?

      Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).

Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

10. Bagaimana mencegah kanker serviks?

       Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :

  • tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
  • rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  • dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  • dan tentunya memelihara kesehatan tubuh

11. Seberapa penting memakai vaksinasi HPV?

      Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks.

Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual.

Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.

 

 

 12. Adakah efek samping dari vaksinasi ini?

       Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan.

Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

13. Bisakah kanker serviks disembuhkan?

        Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya.

Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan erapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 18, 2012 in Uncategorized

 

makalah epidemiologi “penyakit osteoarthritis”

 

EPIDEMIOLOGI

 

 

 

Disusun oleh :

OLGA GEORGE

NOVIANTI

KEVIN.M

POLIKARPUS N

 

 

PROGRAM PENDIDIKAN S1 KESEHATAN LINGKUNGAN

STIKES WIDIYAGAMA HUSADA

MALANG

 

 

KATA PENGANTAR

puji syukur kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA,karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan OSTEOARTHRITIS.

Penyusun makalah merupakan tugas dari mata kuliah epidemiologi dalam penyusunan makalah ini saya berusaha menyajikan sebuah karya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan batas dan kemampuan yang saya miliki.

Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan banyak terima kasih  saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan-kekurangan.karena itu saya mengharap kritik kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya saya mengharap makalah ini bermanfaat bagi penyusun sendiri dan bagi mahasiswa kesehatan lingkungan pada umumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                            Malang,

 

                                                                                                             penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………

DAFTAR ISI………………………………………………………………..

BAB I  ISI.

                   I.               Definisi osteoarthritis……………………………………………….

                II.               Konsep ejen dan lingkungan………………………………………..

             III.               Gejala……………………………………………………………………..

             IV.               Diagnosis……………………………………………………………

                V.               Faktor resiko…………………………………………………………

             VI.               Penyebab…………………………………………………………….

          VII.               Pencegahan dan penaggulangan……………………………………..

BAB II  PENUTUP

              I.                   Kesimpulan………………………………………………………….

           II.                   Saran…………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I.

Definisi

 

Osteoarthritis yang di kenal sebagai sendi degenerative atau osteoarthritis (sekalipun terdapat inflamasi) merupakankelainan sendi yang paling sering di temukan dan kerap kali menimbulkan ketidak mampuan (disabilitas).osteoarthritis merupakan golongan rematik sebagai penyebab kecacatan yang menduduki urutan pertama dan akan meningkatkan dengan meningkatnya usia,penyakit ini jarang di temui pada usia di bawah 46 tahun tetapi lebih sering di jumpai pada usia di atas 60 tahun. Faktor umur dan jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan frekuensi,osteoarthritis merupakan kelainan sendi non inflamasi yang mengenai sendi yang dapat digerakkan,terutama sendi penumpu badan,dengan gambaran patologis yang karakteristik berupa buruknya tulang rawan sendi serta terbentuknya tulang-tulang baru pada sub kondrial dan tepi-tepi tulang yang membentuk sendi, sebagai hasil akhir terjadi perubahan biokimia,metabolism, fisiologi dan patologis secara serentak pada jaringan hialin rawan, jaringan subkondrial dan jaringan tulang yang membentuk persendian.

 

2.Host

  1. Integritas ego
  2. faktor-faktor stress akut /kronis (misalnya financial pekerjaan ketidak mampuan ,faktor-faktor

hubungan.

  1. Keputusasaan dan ketidak berdayaan (situasi ketidak mampuan).
  2. Ancaman pada konsep diri, gambaran tubuh, identitas,pribadi,misalnya, ketergantunganpada orang lain.
    1. M akanan / cairan
    2. Ketidak mampuan untuk menghasilkan atau mengkomsumsi makanan cairan adekuat mual,anoreksia.
    3. Kesulitan untuk mengunyah,penurunan berat badan, kekeringan pada membran mukosa

 

3.Konsep ejen dan lingkungan

 

Aktifitas/istirahat

  1. Nyeri sendi karena gerakan,nyeri tekan memburuk dengan stress pada sendi kekakuan pada pagi

Hari,biasanya terjadi secara bilateral dan sistematis limitimasi fungsional yang berpengaruh pada gaya hidup, waktu senggang, pekerjaan,keletihan,malaise.

  1. Keterbatasan ruang gerak,atropi otot,kulit kelainan pada sendi dan otot.

.kardiovaskuler

1.  fenomena raynaud dari tangan (pucat litermiten, sianosis kemudian kemerahan pada jari sebelum warna kembali normal.

             4.Hygiene

1.  berbagai, kesulitan untuk malaksanakan aktivitas perawatan diri, ketergantungan pada orang lain.

5.Neurosensori

1.  kesemutan pada tangan dan kaki,pembengkakan sendi.

6.Nyeri keamanan

1.  fase akut nyeri (kemungkinan tidak disertai dengan pembengkakan jaringan lunak pada sendi.     Rasa nyeri kronis ddan kekakuan (terutama pagi hari).

7.keamanan

1.  kulit mengkilat,tegang nodul sub mitaneus

2.  lesi kulit,ulkas kaki

3.  kesulitan dalam menangani tugas/pemeliharaan rumah tangga

4.  demam ringan menetap

5.  kekeringan pada mata membrane mukosa

8.interaksi social

1.  kerusakan interaksi dengan keluarga atau orang lain, perubahan peran isolasi.

9.penyuluhan/pembelajaran

1.  Riwayat rematik pada keluarga

2.  penggunaan makanan kesehatan, vitamin, penyembuhan penyakit tanpa pengujian

3.  riwayat perikarditi, lesi tepi katup, fibrosis pulmonal, pkeuritis

10.pemeriksaan diagnostic

1.  Reaksi aglutinasi ; positif

2.  LED meningkat pesat

3.  protein C reaktif  : positif pada masa inkubasi

4.  SDP : meningkat pada proses inflamasi

5.  JDL : Menunjukkan ancaman sedang

6.  Ig (Igm & Ig G) peningkatan besar menunjukkan proses autoimun

RO : menunjukkan pembengkakan jaringan lunak, erosi sendi osteoporosis pada tulang yang berdekatan, formasi kista tulang, penyempitan ruang sendi.

 

4.Riwayat

Penyakit sendi degenerative merupakan suatu penyakit kronik, tidak meradang, dan progresif lambat, yang seakan-akan ,merupakan proses penuaan, rawan sendi mengalami kemunduran dan regenerasi di sertai dengan pertumbuhan tulang baru pada bagian tepi sendi. Proses degenerasi ini di sebabkan oleh proses pemecahan kondrosit yang merupakan unsure penting rawan sendi. Pemecahan tersebut diduga diawali oleh stress biomekanik tertentu. Pengeluaran enzim lisoson menyebabkan di pecahnya polisakarida protein yang membentuk matriks di sekeliling kondrosit sehingga mengakibatkan kerusakan tulang rawan. Sendi yang paling sering terkena adalah sendi yang harus menanggung berat badan,seperti panggul lutut dan kolumna vertebralis, sendi interfalanga distal dan proksimasi.

Osteoarthritis padaa beberapa kejadian akan mengakibatkan peristiwa-peristiwa tertentu misalnya cedera sendi infeksi sendi deformitas congenital dan penyakit peradangan sendi lainya akan menyebabkan trauma pada kartilago yang bersifat interistik dan ekstrinsik sehingga menyebabkan fraktur ligament atau adanya perubahan metabolisme sendi yang pada akirnya mengakibatkan tulang rawan mengalami erosi.

5.Gejala

gejala utama adalah osteoarthritis, menyebabkan hilangnya kemampuan dan sering kaku,pain, umumnya di gambarkan sebagai sakit yang tajam, atau sensasi terbakar di otot dan tendon asosiasi. OA dapat menyebabkan kebisingan berderak (disebut “krefitus”)ketika sendi yang terkena di gerakkan atau di sentuh, dan pasien mungkin mengalami kejang otot dan kontraksi pada tendon, kadang-kadang, sendi juga dapat di isi dengan cairan, cuaca lembab dan dingin meningkatkan rasa sakit pada banyak pasien.

6.Diagnosis

1.nyeri akut/kronis berhubungan dengan distensi jaringan oleh akumulasi cairan / proses inflamasi,   distruktur sendi

1.  Intervensi

2.  hasil evaluasi

2.kerusakan mobilisitas fisik berhubungan dengan : Deformitas skeletal nyeri ketidak nyamanan, penurunan kekuatan otot

3.gangguan citra tubuh/ perubahan penampilan peran,perubahan kemampuan malakukan tugas-tugas umum dan ketidak keseimbangan mobilitas.

4.kurang perawatan diri dengan kerusakan Auskuloskeletal : penurunan kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu bergerak,depresi.

5.kerusakan tinggi  terhadap penatalaksanaan lingkungan yang berhubungan dengan proses penyakit degenerative jangka panjang,

6.kurang pengetahuan mengenai penyakit,prognosis dan kebutuhan perawatan dan pengobatan yang mengakibatkan interpretasi informasi

 

7.Faktor resiko

1.Rasa nyeri pada sendi merupakan gambaran primer pada osteoarthritis, nyeri akan bertambah apabila sedang melakukan sesuatu kegiatan fisik.

2.kekakuan dan keterbatasan gerak biasanya akan berlangsung 15-30 menit dan timbul setelah istirahat atau saat melakukan kegiatan fisik

3.peradangan sinovitis sekunder,penurunan pH jaringan,pengumpulan cairan dalam ruang sendi akan menimbulkan pembengkakan dan peregangan simpai sendi yang semua ini akan menimbulkan rasa nyeri

4.mekanik nyeri biasamya akan lebih lama di rasakan setelah melakukan aktivitas  lama dan akan berkurang pada waktu istirahat mungkin ada hubungannya dengan keadaan penyakit yang telah lanjut di mna rawan sendi telah rusak berat

5.pembengkakan sendi merupakan reaksi peradangan akibat pengumpulan cairan  dalam ruang sendi biasa meraba panas tanpa adanya pemerahan

6.Deformitas disebabkan oleh distruksi local rawan sendi.

7.Gangguan fungsi timbul akibat ketidakserasian antara pembentuk sendi.

 

8.Penyebab

Beberapa penyebab  dan faktor predisposisi adalah sebagai berikut :

1.umur perubahan fisis dan biokimia yang terjadi sejalan dengan bertanbahnya umur dengan penurunan jumlah kolagen dan kadar air, dan endapannya berbentuk pigmen yang berwarna kuning

2.pengausan (wear and tear) pemakaian sendi yang berlebihan secara teoritis dapat merusak rawan sendi melalui dua mekanisme pengikisan dan degenerasi.

3.kegemukan kegemukan akan menambah beban pada sendi penopang berat badan sebaliknya nyeri atau cacat yang di sebabkan oleh osteoarthritis mengakibatkan seseorang menjadi tidak aktif

4.trauma dapat menimbulkan kerusakan pada integritasstruktur dan biomekanik sendi tersebut

5.keturunan hal ini biasa di temukan pada pria yang ke 2orang tuanya terkena osteoarthritis.

6.akibat penyakit peradangan sendi lain,infeksi hal ini menimbulkan reaksi peradangan dan mengeluarkan enzim perusak matriks rawan sendioleh membran sinovial dan sel-sel radang

7.joint maligment : pada akromegali karena hormon pertumbuhan maka rawan sendi akan menebal dan menyebabkan sendi menjadi tidak stabil

8.penyakit endokrin terjadi produksi air dan garam-garam proteglikan yang berlebihan pada seluruh jaringan penyokong sehingga merusak sifat fisik rawan sendi.

9.deposit pada rawan sendi,Hemokromotosis penyakit Wilson, akronotis, kalsium pirofosfat dapat mengendapkan hemosiderin , tembaga polimer, asam hemogentisis, Kristal monosodium urat / pirofosfat dalam rawan sendi.

 

9.Pencegahan dan penanggulangan

1.penurunan berat badan

2.pencegahan cedera

3.sceening sendi paha

4.pendekatan ergonomic untuk memodifikasi stress akibat kerja

5.farmakologi : obat NSAID bila nyeri muncul

6.Terapi konservatif(komres hangat,mengistirahatkan sendi,pemakian alat-alat ortotik untuk menyangga sendi,

7.irigasi tidal (pembasuhan debris dari rongga sendi)

8.pembedahan : artroplsti

 

 

 

 

 

 

BAB II

. Penutup

 

I.Kesimpulan

Osteoarthritis yang di kenal sebagai sendi degenerative atau osteoarthritis (sekalipun terdapat inflamasi) merupakankelainan sendi yang paling sering di temukan dan kerap kali menimbulkan ketidak mampuan (disabilitas).osteoarthritis merupakan golongan rematik sebagai penyebab kecacatan yang menduduki urutan pertama dan akan meningkatkan dengan meningkatnya usia,penyakit ini jarang di temui pada usia di bawah 46 tahun tetapi lebih sering di jumpai pada usia di atas 60 tahun. Faktor umur dan jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan frekuensi,osteoarthritis merupakan kelainan sendi non inflamasi yang mengenai sendi yang dapat digerakkan,terutama sendi penumpu badan,dengan gambaran patologis yang karakteristik berupa buruknya tulang rawan sendi serta terbentuknya tulang-tulang baru pada sub kondrial dan tepi-tepi tulang yang membentuk sendi, sebagai hasil akhir terjadi perubahan biokimia,metabolism, fisiologi dan patologis secara serentak pada jaringan hialin rawan, jaringan subkondrial dan jaringan tulang yang membentuk persendian.

II.Saran

Penyakit sendi degenerative merupakan suatu penyakit kronik, tidak meradang, dan progresif lambat, yang seakan-akan ,merupakan proses penuaan, rawan sendi mengalami kemunduran dan regenerasi di sertai dengan pertumbuhan tulang baru pada bagian tepi sendi. Proses degenerasi ini di sebabkan oleh proses pemecahan kondrosit yang merupakan unsure penting rawan sendi. Pemecahan tersebut diduga diawali oleh stress biomekanik tertentu. Pengeluaran enzim lisoson menyebabkan di pecahnya polisakarida protein yang membentuk matriks di sekeliling kondrosit sehingga mengakibatkan kerusakan tulang rawan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.Long C Barbara,Perawatan Medika Bedah(Suatu pendekatan Keprawatan),yayasab Ikatan alumi Pendidikan Keperawatan Pejajaran,Bandung,1996

2.Smeltzer C,Suzannne, (2002), buku ajar Keperawatan medical Bedah, alih Bahasa Andry Hartono,dkk, Jakarta, EGC

3.Depkes, RI (1995), penerapan proses keperawatan pada klien dengan gangguan sistem Maskuloskeletal, Jakarta, Pusdiknakes

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 18, 2012 in Uncategorized

 

makalah mikroba lingkungan “mikroba udara”

MAKALAH MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN

MIKROBA UDARA

 

 

DISUSUN OLEH KELOMPOK 3 :

1.RATNA SARI

2.OLGA GEORGE

3.PETRUS DAMIAN

4.POLIKARPUS NUA

5.ROBERTUS ANA PK

 

 

 

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYAGAMA HUSADA MALANG

S-1 KESEHATAN LINGKUNGAN

TAHUN AJARAN 2012-2013

 

 

KATA PENGANTAR

 

            Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Mikrobaudara.Makalah ini disusun untuk memberikan informasi kepada mahasiswa kesehatan lingkungan tentang mikrobaudara sehingga mudah untuk melengkapi materi-materi yang berkaitan dengan mikrobaudara.

Dengan menyelesaikan makalah ini kami berharap banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang  mikrobaudara dan kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan . Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca . Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya , terutama  bagi Mahasiswa kesehatan lingkungan untuk memperoleh pengalaman pembelajaran dan dapat untuk mendapatkan informasi tentang mikrobaudara.

 

 

 

 

Malang,juni  2012

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Cover      

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………………………. i

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………………….. ii

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………………………………… 1

1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………………….2

1.3 Tujuan…………………………………………………………………………………………………………………….. 2

1.4 Manfaat…………………………………………………………………………………………………………………3

Bab II Isi……………………………………………………………………………………………………………………4

2.1  pengertian dari mikroba udara……………………………………………………………………………….4

2.2 penyakit yang ditimbulkan oleh mikroba udara………………………………………………………….5 2.3 proses sterilisasi pada mikroba ………………………………………………………………………………..8

2.4 kandungan mikroba dalam udara …………………………………………………………………………..10

2.5 komposisi udara …………………………………………………………………………………………………..12

2.6 kelompok mikroba udara  ……………………………………………………………………………………..12

1.5      Pencegahan mikroba udara secara fisik dan kimia………………………………………………….13

 

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………..13

3.2 Saran………………………………………………………………………………………………………………….13

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………………14     

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

 

Mikroba yang terdapat diudara berasal dari tanah yang disebabkan oleh percikan tanah dan akibat tiupan angin. Daerah yang terbebas dari mikroba tanah atau disebut juga daerah steril yaitu terdapat pada: 100-1000 m diatas permukaan tanah (kecuali jika ada pesawat lewat) 100 m dibawah permukaan tanah

Mikroba ada dalam udara yang kita hirup. Dia mungkin juga ada dalam makanan yang kita makan dan minuman yang kita minum terutama makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, dipermukaan kulit, dalam mulut, hidung dan setiap lubang pada tubuh, serta dalam saluran pernafasan dan pencernaan.

Mikroba lebih banyak lagi ditemui pada tanaman dan hewan. Sebagian besar mikroba tidak berbahaya bagi manusia, dan manusia yang sehat diberi kemampuan oleh Yang Maha Kuasa untuk bertahan dari serangan mikroba yang berbahaya sampai batas-batas tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2Rumusan  Masalah

Permasalahan yang ingin dipecahkan dalam masalah ini adalah:

1. Apa pengertian dari mikroba udara

2. Apa penyakit yang ditimbulkan oleh mikroba udara

3. Bagaimana proses sterilisasi pada mikroba

4. Bagaimana kandungan mikroba dalam udara

5. Apa komposisi udara

6.Apa kelompok mikroba udara

7.Bagaimana pencegahan mikroba udara secara fisik dan kimia

 

1.3Tujuan                                                        

Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah

  1. 1.    Untuk mengetahui pengertian mikroba udara
  2. 2.    Untuk mengetahui penyakit yang ditimbulkan oleh mikroba udara
  3. 3.    Untuk mengetahui proses sterilisasi pada mikroba
  4. 4.    Untuk mengetahui kandungan mikroba dalam udara
  5. 5.    Untuk mengetahui komposisi udara
  6. 6.    Untuk mengetahui kelompok mikroba udara
  7. 7.    Untuk mengetahui pencegahan mikroba udara secara fisik dan kimia

 

 

 

 

 

1.4Manfaat

Manfaat yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah:

1.Memberikan informasi kepada pembaca tentang pengertian

Mikroba udara

2.Memberikan informasi kepada pembaca tentang penyakit yang ditimbulkan oleh mikroba udara

3.Memberikan informasi kepada pembaca tentang proses sterilisasi pada mikroba

4.Memberikan informasi kepada pembaca tentang kandungan mikroba dalam udara

5. Memberikan informasi kepada pembaca tentang komposisi udara

6.Memberikan informasi kepada pembaca tentang kelompok mikroba udara

7.Memberikan informasi kepada pembaca tentang pencegahan mikroba udara secara fisik dan kimia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

 

2.1 Pengertian mikroba udara

 

Mikroba di udara bersifat sementara dan beragam. Udara bukanlah suatu medium tempat mikroorganisme tumbuh, tetapi merupakan pembawa bahan partikulat debu dan tetesan cairan, yang kesemuanya ini mungkin dimuati mikroba. Untuk mengetahui atau memperkirakan secara akurat berapa jauh pengotoran udara sangat sukar karena memang sulit untuk menghitung organisme dalam suatu volume udara. Namun ada satu teknik kualitatif sederhana, menurut Volk & Wheeler (1989) yaitu mendedahkan cawan hara atau medium di udara untuk beberapa saat. Selama waktu pendedahan ini, beberapa bakteri di udara akan menetap pada cawan yang terdedah. Semakin banyak bakteri maka bakteri yang menetap pada cawan semakin banyak. Kemudian cawan tersebut diinkubasi selama 24 jam hingga 48 jam maka akan tampak koloni-koloni bakteri, khamir dan jamur yang mampu tumbuh pada medium yang digunakan.

 

Mikroba yang terdapat diudara berasal dari tanah yang disebabkan oleh percikan tanah dan akibat tiupan angin. Daerah yang terbebas dari mikroba tanah atau disebut juga daerah steril yaitu terdapat pada: 100-1000 m diatas permukaan tanah (kecuali jika ada pesawat lewat) 100 m dibawah permukaan tanah.

Bakteri yang selalu ada di udara bebas yaitu:

  • Bacillus
  • Diplococcus
  • Staphylococcus
  • Streptococcus.

 

 

2.2 Penyakit yang di akibatkan oleh mikroba udara

1. Pneumonia

Pneumonia atau yang dikenal dengan nama penyakit radang paru-paru ditandai dengan gejala yang mirip dengan penderita selesma atau radang tenggorokan biasa, antara lain batuk, panas, napas cepat, napas berbunyi hingga sesak napas, dan badan terasa lemas.

Penyakit ini umumnya terjadi akibat bakteri Streptococus pneumoniae dan Hemopilus influenzae yang berterbangan di udara terhirup masuk ke dalam tubuh. Bakteri tersebut sering ditemukan pada saluran pernapasan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Selain dapat menimbulkan infeksi pada paru-paru, bakteri berbahaya itu juga dapat mengakibatkan radang selaput pada otak (meningitis) serta infeksi pembuluh darah yang amat fatal.

Kasus pneumonia banyak terjadi di daerah yang sistem sanitasinya buruk. Untuk itu, menjaga kebersihan di lingkungan sekitar anda menjadi syarat utama agar terhindar dari penyakit ini, selain membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan segera periksakan diri ke dokter jika mendapati gejala tersebut di atas.

Bila ditemukan banyak kasus pneumonia di suatu wilayah, sebaiknya segera lakukan upaya preventif berupa kunjungan pemeriksaan dan penyuluhan dari rumah ke rumah oleh petugas Puskesmas dan jika perlu melakukan pengobatan. Tutup mulut dan hidung dengan menggunakan masker untuk mencegah masuknya kuman ketika berada di wilayah endemik pneumonia.

2. SAR

Sindrom pernapasan akut parah atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) merupakan penyakit yang ditandai dengan gejala awal gangguan pernapasan berupa napas pendek dan terkadang disertai batuk. Penyebab SARS adalah Coronavirus, yaitu virus yang bersifat menular dan umumnya menyerang saluran pernapasan atas, virus ini juga dapat menyebabkan flu.

Penyebaran terbanyak penyakit ini adalah di Asia, terutama Cina dan Hong Kong. Sementara itu, di Indonesia sendiri, menurut data terakhir Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru ditemukan 7 kasus suspect, 2 kasus probable, dan belum ada satu pun kasus kematian akibat penyakit.

SARS adalah stadium lanjut dari pneumonia sehingga gejala awal yang dialami penderita juga mirip dengan flu biasa. Namun, demam yang menyerang penderita SARS dapat mencapai 38 derajat Celcius yang terkadang disertai dengan menggigil, sakit kepala, perasaan lesu, serta nyeri tubuh.

Pada stadium awal penyakit biasanya penderita akan mengalami gangguan pernapasan ringan Mencuci tangan sesering mungkin.
Bila bersentuhan dengan sesuatu yang banyak mengandung kuman atau kotoran, gunakan alkohol untuk membunuh bakteri yang menempel di kulit.
Hindari menyentuh mulut, mata, hidung dengan tangan yang kotor.
Gunakan masker apabila menderita batuk/pilek agar kuman dan bakteri tidak menyebar ke orang lain.
Sebagian besar infeksi terjadi di rumah sakit, karena itu kurangi frekuensi mengunjungi ruangan dengan tingkat infeksi tinggi.

3.Flu burung

 selama tiga sampai tujuh hari Jika tidak segera diatasi, besar kemungkinan penderita mengalami batuk kering yang dapat menimbulkan kekurangan oksigen dalam darah. Pada beberapa kasus, penderita akan memerlukan napas bantuan mengunakan ventilator (alat bantu pernapasan). Belum ditemukan vaksin untuk mencegah penyakit ini, sehingga yang dibutuhkan adalah sikap waspada agar tidak terjangkit. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

–          burung
Avian Influenza atau flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza H5N1. Virus yang membawa penyakit ini terdapat pada unggas dan dapat menyerang manusia. Flu burung terkadang sulit terdeteksi pada stadium awal, karena gejala klinis penyakit ini sangat mirip dengan gejala flu biasa,antara lain demam, sakit tenggorokan, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Namun, dalam waktu singkat penyakit ini dapat menyerang paru-paru dan menyebabkan peradangan (pneumonia). Jika tidak dilakukan penanganan segera, pada banyak kasus penderita akan meninggal dunia.

Virus influenza H5N1 merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas dan memiliki sifat dapat bertahan hidup di air hingga empat hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C. Penularan virus flu burung berlangsung melalui saluran pernapasan. Unggas yang terinfeksi virus ini akan mengeluarkan virus dalam jumlah besar di kotorannya. Manusia dapat terjangkit virus ini bila kotoran unggas bervirus ini menjadi kering, terbang bersama debu, lalu terhirup oleh saluran napas manusia.

Walaupun secara umum virus H5N1 tidak menyerang manusia, dalam beberapa kasus tertentu virus mengalami mutasi lebih ganas sehingga dapat menyerang manusia. Upaya pencegahan penularan virus flu burung adalah senantiasa menjaga sanitasi lingkungan. Pola hidup yang tidak menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan akan mempercepat penyebaran virus ini. Selain itu, rajinlah mencuci tangan, jangan sembarangan mengorek lubang hidung jika jemari belum dicuci dengan sabun. Waspadai semua kotoran unggas peliharaan, kandang, sangkar maupun kotoran burung liar.

4. TBC                            
Jika menemukan gejala seperti batuk yang tak kunjung sembuh, banyak berkeringat pada malam hari, demam, serta berat badan yang menurun drastis, waspadalah, karena ini adalah gejala awal penyakit TBC.

Tubercolosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara pernapasan ke dalam paru-paru. Dari paru-paru bakteri tersebut menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, saluran napas (bronchus) atau menyebar langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Penyakit ini banyak ditemukan di negara miskin dan berkembang di dunia. Asia Tenggara termasuk salah satu daerah penyebaran TBC yang paling tinggi, sementara di Indonesia, penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu untuk golongan penyakit infeksi.

Bakteri Mycobacterium tuberculosis menular ke manusia melalui udara. Karena itu, cegahlah tubuh anda dengan senantiasa mengonsumsi makanan yang sarat gizi, pengadaan ventilasi yang memadai di dalam rumah sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara bersih, dan membiasakan diri hidup bersih dan sehat.

 

2.3 Proses sterilisasi pada mikroba

Proses sterilisasi pada mikroba dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

1.Secara Fisika

 – Dengan pemanasan

– menggunakan alat yang disebut autoclave

Yaitu dengan memanaskan pada suhu 121oC,tekanan 15 lbs selama 15 menit.

3.Menggunakan sinar gelombang pendek seperti sinar alpha,beta,gamma dan UV

  1. Secara Kimia :
  1. 1.    Menggunakan asam kuat
  2. 2.    Mengunakan basa kuat
  3. 3.    Mengunakan garam
  4. 4.    Mengunakan air raksa
  5. 5.    Mengunakan klor
  6. 1.    Filterisasi
  1. Secara mekanik :

Mungkinkah di udara terdapat bakteri, virus, spora jamur dan sebangsanya? Maka jawabannya ya! Bahkan banyak. Artikel berikut akan membahasa tentang mikroba yang mungkin ada di udara yang tiap hari kita hirup.

Atmosfer tersusun atas 2 lapisan utama yaitu troposfer dan stratosfer. Troposfer tersusun atas lapisan laminar, lapisan turbulen, lapisan friksi luar, dan lapisan konveksi. Atmosfer mengandung partikel-partikel yang disebut sebagai aerosol, salah satu komponen aerosol yaitu bioaerosol yang terdiri antara lain mikroba dan pollen.

Sebenarnya tidak benar-benar ada organisme yang hidup di udara, karena organisme tidak dapat hidup dan terapung begitu saja di udara. Flora mikroorganisme udara terdiri atas organisme yang terdapat sementara mengapung di udara atau terbawa serta pada partikel debu. Setiap kegiatan manusia agaknya menimbulkan bakteri di udara. Batuk dan bersin menimbulkan aerosol biologi (yaitu kumpulan partikel udara). Kebanyakan partikel dalam aerosol biologi terlalu besar untuk mencapai paru-paru, karena partikel-partikel ini tersaring pada daerah pernapasan atas. Sebaliknya, partikel-partikel yang sangat kecil mungkin mencapai tapak-tapak infektif yang berpotensi. Jadi, walaupun udara tidak mendukung kehidupan mikroorganisme, kehadirannya hampir selalu dapat ditunjukkan dalam cuplikan udara .

Mikroba di udara bersifat sementara dan beragam. Udara bukanlah suatu medium tempat mikroorganisme tumbuh, tetapimerupakan pembawa bahan partikulat debu dan tetesan cairan, yang kesemuanya ini mungkin dimuati mikroba. Untuk mengetahui atau memperkirakan secara akurat berapa jauh pengotoran udara sangat sukar karena memang sulit untuk menghitung organisme dalam suatu volume udara. Namun ada satu teknik kualitatif sederhana, menurut Volk & Wheeler (1989) yaitu mendedahkan cawan hara atau medium di udara untuk beberapa saat. Selama waktu pendedahan ini, beberapa bakteri di udara akan menetap pada cawan yang terdedah. Semakin banyak bakteri maka bakteri yang menetap pada cawan semakin banyak. Kemudian cawan tersebut diinkubasi selama 24 jam hingga 48 jam maka akan tampak koloni-koloni bakteri, khamir dan jamur yang mampu tumbuh pada medium yang digunakan.

Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi.

Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam “inti tetesan” yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap. Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer, kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer.

2.4 Kandungan mikroba dalam udara

Meskipun tidak ada mikroorganisme yang mempunyai habitat asli udara, tetapi udara di sekeliling kita sampai beberapa kilometer di atas permukaan bumi mengandung berbagai macam jenis mikroba dalam jumlah yang beragam.

a. Udara di dalam ruangan

Tingkat pencemaran udara di dalam ruangan oleh mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti laju ventilasi, padatnya orang, dan sifat serta taraf kegiatan orang-orang yang menempati ruangan tersebut. Mikroorganisme dapat terhembuskan dalam bentuk percikan dari hidung dan mulut misalnya selama bersin, batuk dan bahkan saat bercakap-cakap. Titik-titik air yang terhembuskan dari saluran penapasan mempunyai ukuran yang beragam dari mikrometer sampai milimeter. Titik-titik air yang ukurannya jatuh dalam kisaran mikrometer yang rendah tinggal di udara sampai beberapa lama, tetapi yang berukuran besar segera jatuh ke lantai atau permukaan benda lain. Debu dari permukaan ini kadang-kadang akan berada dalam udara selama berlangsungnya kegiatan dalam ruangan tersebut.

b. Udara di luar atmosfer

Permukaan bumi, yaitu daratan dan lautan merupakan sumber dari sebagian besar mikroorganisme yang ada dalam atmosfer. Angin menimbulkan debu dari tanah, kemudian partikel-partikel debu tersebut akan membawa mikroorganisme yang menghuni tanah. Sejumlah besar air dalam bentuk titik-titik air memasuki atmosfer dari permukaan laut, teluk, dan kumpulan air alamiah lainnya. Di samping itu, ada banyak fasilitas pengolahan industri, pertanian, baik lokal maupun regional mempunyai potensi menghasilkan aerosol berisikan mikroorganisme. Beberapa contoh antara lain,

· Penyiraman air irigasi tanaman pertanian atau daerah hutan dengan limbah air.

· Pelaksanaan penebahan air skala besar.

· Saringan “tricling-bed” di pabrik-pabrik pembersih air.

· Rumah pemotongan hewan dan peleburan minyak.

Alga, protozoa, khamir, kapang, dan bakteri telah diisolasi dari udara dekat permukaan bumi. Contoh mengenai jasad-jasad renik yang dijumpai di atmosfer kota diperlihatkan pada tabel berikut:

Tinggi (meter)

Bakteri (genus)

Cendawan (genus)

1.500 – 4.500

 

Alcaligenes

Bacillus

Aspergillus

Macrosporium

Penicillium

4.500 – 7.500

Bacillus

Aspergillus

Clasdosporium

7.500 – 10.500

Sarcina

Bacillus

Aspergillus

Hormodendrum

10.500 – 13.500

Bacillus

Kurthia

Aspergillus

Hormodendrum

13.500 – 16.500

Micrococcus

Bacillus

Penicillium

 

 

Contoh udara tersebut diambil dari daerah perindustrian selama jangka waktu beberapa bulan. Bagian terbanyak dari mikroba yang berasal dari udara adalah spora kapang, terutama dari genus Aspergillus. Di antara tipe-tipe bakteri yang ditemukan ada bakteri pembentuk spora dan bukan pembentuk spora, basilus Gram positif, kokus Gram positif, dan basilus Gram negatif.

 

2.5              Komposisi udara

Komposisi baku udara yang kita hisap setiap saat, sudah diketahui sejak lama. Walaupun begitu, seiring dengan semakin kompleksnya masalah pencemaran udara, maka komposisi tersebut banyak yang berubah, khususnya karena dalam udara banyak komponen-komponen baru ataupun asing yang masuk.

Dari data-data yang sudah ada, komposisi baku udara tersebut tersusun oleh komponen-komponen kimia antara lain, Nitrogen, Oksigen, Argon, CO2, Neon, Helium, metan, Kripton, N-Oksida, Hidrogen dan Xenon. Akan tetapi selain komponen-komponen kimia tersebut masih terdapat juga komponen lain yang bersifat hidup, yang pada umumnya berbentuk mikroba

 

                         

2.6              Kelompok kehidupan mikroba udara

Kelompok mikroba yang paling banyak berkeliaran di udara bebas adalah bakteri, jamur (termasuk di dalamnya ragi) dan juga mikroalge. Kehadiran jasad hidup tersebut di udara, ada yang dalam bentuk vegetatif (tubuh jasad) ataupun dalam bentuk generatif (umumnya spora).

Kelompok mikroba yang paling banyak ditemukan sebagai jasad hidup yang tidak diharapkan kehadirannya melalui udara, umumnya disebut jasad kontaminan (hal ini mengingat apabila suatu benda/substrat yang ditumbuhinya dinyatakan sebagai substrat yang terkontaminasi). Adapun kelompok mikroba yang termasuk dalam jasad kontaminan antara lain adalah:

1. Bakteri: Bacillus, Staphylococcus, Pseudomonas, Sarcina dan sebagainya.

2. Jamur: Aspergillus, Mucor, Rhizopus, Penicillium, Trichoderma, dan sebagainya.

3. Ragi: Candida, Saccharomyces, Paecylomyces, dan sebagainya

Banyak jenis dari jamur kontaminan udara yang bersifat termofilik, yaitu jamur yang tahan pada pemanasan tinggi di atas 800C, misal selama suatu benda/substrat sedang disterilkan. Ketahanan ini umumnya kalau mereka sedang berada di dalam stadia/ fase spora. Ini terbukti bahwa walaupun suatu substrat/media sudah disterilkan, tetapi di dalamnya setelah melewati waktu tertentu kemudian tumbuh dan berkembang pula bakteri ataupun jamur tanpa diharapkan sebelumnya.

Ruangan tempat pembedahan di rumah-rumah sakit sangat dihindari sekali kehadiran mikroba kontaminannya. Karenanya ruangan tersbut akan di jaga kebersihannya sebelum dipergunakan untuk keperluan operasi secara menyeluruh.

2.7     Pencegahan mikroba secara fisik dan kimia

 

pencegahan kehadiran mikroba baik secara fisik ataupun kimia yang dapat dilakukan, yaitu:

1.)Secara fisik dengan penggunaan sinar-sinar bergelombang pendek (umumnya sinar UV) sebelum dan sesudah tempat dipergunakan, ataupun dengan cara penyaringan udara yang dialirkan ke dalam tempat atau ruangan tersebut.

2.)Secara kimia dengan penggunaan senyawa-senyawa yang bersifat membunuh mikroba, baik dalam bentuk larutan alkohol (55-75%), larutan sublimat, larutan AMC (HgCl2 yang diasamkan), dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Pemindah sebaran mikroba melalui udara serimg dinamakan infeksi asal udara dan infeksinya ditularkan melalui udara. Wahana pemindahan sebaran ini adalah tetesan air liur, sekresi pernafasan lain, debu tercemar dan fomit (benda mati yang tercemat oleh pathogen dan membantu penyebaranya). Penyebaran infeksi asal debu, dapat menjadi bertambah bila orang bergerak ketempat-tembat dengan fentilasi yang kurang baik. Setiap kegiatan yang menimbulkan debu, seperti melepskan pakaian, mengatur tempat tidur, menyapu lantai menambah resiko infeksi asal debu.

            Beberapa penyakit asal udara tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia. Penularan mikroba ini, bergantung pada pemindah sebaran asal udara yang cepat dari satu orang ke orang lain, kadang-kadang dengan pemindahan langsung seperti melalui ciuman. Misal virus campak. Namun mikroba lain, seperti bakteri tuborkulosis dapat bertahan hidup untuk jangka waktu lama di luar tubuh.

 

3.2SARAN

Disarankan untuk senantiasa menjaga kesehatan pribadi dan tetaplah menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Cegahlah tubuh anda dengan senantiasa mengonsumsi makanan yang sarat gizi, pengadaan ventilasi yang memadai di dalam rumah sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara bersih, dan membiasakan diri hidup bersih dan sehat.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR  PUSTAKA

 

Anonim a. 2006. Pengantar Mikrobiologi, (Online),

(http://www.wanna_share.23s9887_apm.html, diakses tanggal 7 Februari 2008).

Anonim b. 2007. Dunia Mikroba                              

Darkuni, M. Noviar. 2001. Mikrobiologi (Bakteriologi, Virologi, dan Mikologi). Malang: Universitas Negeri Malang.

Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Imagraph.

Kusnadi, dkk. 2003. Mikrobiologi. Malang: JICA.

Schlegel, Hans G, dan Karin Schmidt. 1994. Mikrobiologi Umum edisi keenam. Terjemahan Tedjo Baskoro: Allgemeine Mikrobiologie 6. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tarigan, Jeneng. 1988. Pengantar Mikrobiologi. Jakarta: Departeman Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Thieman, William J, and Michael A. Palladino. 2004. Introduction to Biotechnology. New York: Benjamin Cummings.

Tim Perkamusan Ilmiah, 2005. Kamus Pintar Biologi. Surabaya: Citra Wacana

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 18, 2012 in Uncategorized

 

makalah mikrobiologi “mikroba tanah”

MAKALAH MIKROBIOLOGI

MIKROBA  TANAH

 

 

OLEH:

Ike Dian Wahyuni

Kevin Moore Elkel

Mohammad Rivan

Novan Isma Kurniawan

Novianti

Wiwid Fitriani

 

PRODI S1 KESEHATAN LINGKUNGAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYAGAMA HUSADA

                                                                         2011/2012    

                                            

KATA PENGANTAR

             Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Mikroba Tanah. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Mikrobiologi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

                                                                                                            Malang, Mei 2012

                                                                                                                  Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………….. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang …………………………………………………………………………………. 1

1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………………………… 2

1.3   Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………. 2

1.4  Manfaat……………………………………………………………………………………………. 2

BAB II TINJAUAN MATERI

   2.1  Pengertian Mikroba Tanah ……………………………………………………………… 3

   2.2  Mikroba sebagai pembunuh sel kanker dalam tubuh…………………………… 4

    2.3  Bahan Organik yang dapat dirombak oleh bakteri tanah……………………. 4

    2.4 Sumber Bahan Organik………………………………………………………………….. 5

    2.5  Humus………………………………………………………………………………………… 5

    2.6 Faktor yang Mempengaruh bahan Organik Tanah……………………………… 6

    2.7 Peranan bahan Organik bagi Tanah…………………………………..6

    2.8 Peran bahan Organik bagi Tanaman………………………………….7

    2.9 Manfaat Pupuk Organik……………………………………………….7

    2.10 Pengaruh Bahan Organik pada sifat fisik Tanah……………………8

   2.11 Pengaruh Bahan Organik pada sifat kimia Tanah……………………8

   2.12 Pengaruh bahan Organik pada sifat Biologi Tanah………………….9

   2.13 Pengaruh langsung Bahan Organik pada Tanaman…………………10

   2.14 Pengaruh tidak langsung pada Tanaman……………………….……10

   2.15 Peran mikroba tanah dalam penyediaan maupun penyerapan

             unsur hara bagi tanaman……………………………………………11

    BAB III PENUTUP

    3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………. ii

    3.2 Saran……………………………………………………………………………………………….. ii

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………… ii

 

BAB I

PENDAHULUAN

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme mikroskopik yang sebagian besar berupa satu sel yang terlalu kecil untuk dapat dilihat menggunakan mata telanjang.Mikroba berukuran sekitar seperseribu milimeter (1 mikrometer) atau bahkan kurang, walaupun ada juga yang lebih besar dari 5 mikrometer. Karenanya, mikroba hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu berupa mikroskop.

.Mikroba-mikroba tanah yang bermanfaat untuk melarutkan unsur hara, membantu penyerapan unsur hara, maupun merangsang pertumbuhan tanaman diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer untuk pertanian organik.

Mikroba lebih banyak lagi ditemui pada tanaman dan hewan. Sebagian besar mikroba tidak berbahaya bagi manusia, dan manusia yang sehat diberi kemampuan oleh Yang Maha Kuasa untuk bertahan dari serangan mikroba yang berbahaya sampai batas-batas tertentu seperti menyebabkan berbagai penyakit pada manusia serta mikroba yang mengakibatkan basi atau kerusakan bahan makanan dan minuman.

                                                                                                

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.  Apa pengertian Mikroba Tanah.

2. Mikroba sebagai pembunuh sel kanker dalam tubuh.

3. Bahan organik yang dapat dirombak oleh bakteri tanah.

4. Sumber bahan organik.

5. Humus.

6. Faktor yang mempengaruhi bahan organik tanah.

7. Mempengaruhi bahan organik tanah.

8. Peran bahan organik bagi tanaman.

9. Manfaat pupuk organik.

10. Pengaruh bahan organik pada sifat fisik tanah.

11. Pengaruh bahan organik pada sifat kimia tanah.

12. Pengaruh bahan organik pada sifat biologi tanah.

13. Pengaruh langsung bahan organik pada tanaman.

14. Pengaruh tidak langsug pada tanaman.

15. Peran mikroba tanah dalam penyediaan manapun penyerapan unsur hara bagi tanaman.

                             

 

 

 

 

1.3 TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah:

  1. Untuk mengetahui pengertian mikroba tanah.
  2. Untuk mengetahui mikroba sebagai pembunuh sel kanker dalam tubuh.
  3. Untuk mengetahui bahan organik yang dapat dirombak oleh bakteri tanah.
  4.  Untuk mengetahui Sumber bahan organik.
  5.  Untuk mengetahui Humus.
  6. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi bahan organik tanah.
  7. Untuk mengetahui peran bahan organik bagi tanah.
  8. Untuk mengetahui peran bahan organik bagi tanaman.
  9. Untuk mengetahui manfaat pupuk organik.
  10. Untuk mengetahui pengaruh bahan organik pada sifat fisik tanah,
  11. Untuk mengetahui pengaruh bahan organik pada sifat kimia tanah.
  12. Untuk mengetahui pengaruh bahan organik pada sifat biologi tanah.
  13. Untuk mengetahui pengaruh langsung bahan organik pada tanaman.
  14.  Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung pada tanaman.
  15. Untuk mengetahui peran mikroba tanah dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.4  MANFAAT

   Manfaat yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah:

  1. Memberi informasi kepada pembaca tentang pengertian Mikroba tanah.
  2. Memberi informasi kepada pembaca tentang mikroba sebagai pembunuh sel kanker dalam tubuh.
  3. Memberi informasi kepada pembaca tentang bahan organik yang dapat dirombak oleh bakteri tanah.
  4. Memberi informasi kepada pembaca tentang sumber  bahan organik.
  5. Memberi informasi kepada pembaca tentang Humus.
  6. Memberi informasi kepada pembaca tentang faktor yang mempengaruhi bahan organik tanah.
  7. Memberi informasi kepada pembaca tentang peran bahan organik  bagi tanah.
  8. Memberi informasi kepada pembaca tentang peran bahan organik bagi tanaman.
  9. Memberi informasi kepada pembaca tentang manfaat pupuk organik.
  10. Memberi informasi kepada pembaca tentang pengaruh bahan organik pada sifat fisik tanah.
  11. Memberi informasi kepada pembaca tentang pengaruh bahan organik pada sifat kimia tanah.
  12. Memberi informasi kepada pembaca tentang pengaruh bahan organik pada sifat biologi tanah.
  13. Memberi informasi kepada pembaca tentang pengaruh langsung bahan organik  pada tanaman.
  14. Memberi informasi kepada pembaca tentang pengaruh tidak langsung pada tanaman.
  15.  Memberi informasi kepada pembaca tentang peran mikroba tanah dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman.

 

 

 

BAB II

ISI

2.1 Pengertian mikroba Tanah

      Tanah sangat kaya akan keragaman mikroorganisme, seperti bakteri, aktinomicetes, fungi, protozoa, alga dan virus. Tanah pertanian yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroba per gram tanah.Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroba tersebut. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peranan yang menguntungan bagi pertanian, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik, re-cycling hara tanaman, fiksasi biologis nitrogen, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen dan membantu penyerapan unsur hara. Bioteknologi berbasis mikroba dikembangkan dengan memanfaatkan peran-peranpentingmikrobatersebut.

     Tiga unsur hara penting tanaman, yaitu Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba tanah. Hara N sebenarnya tersedia melimpah di udara.Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Namun, N udara tidak dapat langsung diserap oleh tanaman.Tidak ada satupun tanaman yang dapat menyerap N dari udara.N harus difiksasi/ditambat oleh mikroba tanah dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman.Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dengan tanaman dan ada pula yang hidup bebasdisekitarperakarantanaman.

   Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara tanaman adalah mikroba pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Tanah-tanah yang lama diberi pupuk superfosfat (TSP/SP 36) umumnya kandungan P-nya cukup tinggi (jenuh).Namun, hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman, karena terikat pada mineral liat tanah yang sukar larut. Di sinilah peranan mikroba pelarut P. Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat tanah dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain: Aspergillus sp, Penicillium sp, Zerowilia lipolitika, Pseudomonas sp. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K. Isroi ( 2008 ) mengatakan bahwa beberapa mikroba tanah juga mampu menghasilkan hormon tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Hormon yang dihasilkan oleh mikroba akan diserap oleh tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih cepat atau lebih besar. Kelompok mikroba yang mampu menghasilkan hormon tanaman, antara lain: Pseudomonas sp dan Azotobacter sp.

Mikroba-mikroba tanah yang bermanfaat untuk melarutkan unsur hara, membantu penyerapan unsur hara, maupun merangsang pertumbuhan tanaman diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer untuk pertanian organik.

  • Mikroba Tanah dikelompokkan Menjadi 2 yaitu

    Berdasarkan Sumber Makanan, bakteri tanah dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
(1) Bakteri AutotrophatauBakteri Lithotropik, yaitu: bakteri yang dapat menghasilkan makanan sendiri, contohnya: bakteri nitrifikasi, bakteri denitrifikasi, bakteri pengoksidasi belerang, bakteri pereduksi sulfat, dll. Bakteri autotroph ini dikelompokkan lagi berdasarkan sumber energi yang diperlukan, yaitu: (a) Bakteri PhotoautotrophatauBakteri FotoLithotropik: bakteri yang menghasilkan makanan sendiri dan sumber energi yang digunakan berasal dari Sinar Matahari, dan (b) Bakteri KhemoautotrophatauBakteri Khemolithotropik: bakteri yang menghasilkan makanan sendiri dan sumber energi yang digunakan dari hasil oksidasi bahan organik,

(2) Bakteri Heterotroph atau Bakteri Organotropik, yaitu: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa dari makhluk hidup lain, baik fauna maupun flora, dan baik yang makro maupun yang mikro. Bakteri heterotroph ini pun dikelompokkan lagi berdasarkan sumber makanan, menjadi dua kelompok, yaitu: (a) Bakteri PhotoheterotrophatauBakteri Fotoorganotropik: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup lain dan sumber energi yang digunakan berasal dari Sinar Matahari, dan (b) Bakteri KhemoheterotrophatauBakteri Khemoorganotropik: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup lain dan sumber energi yang digunakan dari hasil oksidasi bahan organik.

 

 

2.2  Mikroba tanah sebagai pembunuh sel kanker di dalam tubuh

       Sejumlah ilmuwan dari Inggris dan Belanda mencoba untuk  mengembangkan sebuah metode yang menggunakan Clostridium sporogenes (bakteri tanah) untuk mengobati penyakit kankerdantumor.
Seperti dikutip dari BBC Clostridium merupakan salah satu bakteri yang normalnya hidup di tanah, atau hidup di tempat yang rendah kadar oksigennya. Para peneliti menggunakan karakter bakteri itu untuk memaksimalkan tugas obat bagi pembunuh sel kanker di dalam tubuh.
Sebelum memasukan bakteri ke dalam tubuh pasien, para peneliti akan melakukan teknik genetik dari bakteri untuk menghasilkan enzim yang spesifik yang memiliki kemampuan untuk mengaktifkan obat kanker yang dikonsumsi oleh para pasien.
Berdasarkan pendalaman dari para peneliti pada konferensi di York University, Spora dari bakteri itu akan tumbuh di dalam tumor pasien. Spora hanya tumbuh pada tumor yang padat yang memiliki kadar oksigen rendah seperti payudara, prostat,dan tumor otak.
Temuan ini merupakan sebuah hasil dari penelitian berdekade lamanya guna melihat kemungkinan Clostridium untuk bekerja memaksimalkan obat kanker. “Ini merupakan sebuah fenomena yang sepenuhnya alami, yang tak merusak  jaringan lain yang sehat,” kata profesor Nigel Minton dari Universitas Nottingham.

 

 

 

 

 

2.3  Bahan organik yang dapat dirombak oleh bakteri-bakteri tanah

       Bahan organik merupakan bahan-bahan yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dirombak oleh bakteri-bakteri tanah menjadi unsur yang dapat digunakan oleh tanaman tanpa mencemari tanah dan air.Bahan organik tanah merupakan penimbunan dari sisa-sisa tanaman dan binatang yang sebagian telah mengalami pelapukan dan pembentukan kembali.Bahan organik demikian berada dalam pelapukan aktif dan menjadi mangsa serangan jasad mikro.Sebagai akibatnya bahan tersebut berubah terus dan tidak mantap sehingga harus selalu diperbaharui melalui penambahan sisa-sisa tanaman atau binatang.

2.4  Sumber Bahan Organik

          Sumber primer bahan organik adalah jaringan tanaman berupa akar, batang, ranting, daun, dan buah. Bahan organik dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis sehingga unsur karbon merupakan penyusun utama dari bahan organik tersebut.

      Unsur karbon ini berada dalam bentuk senyawa-senyawa polisakarida, seperti selulosa, hemiselulosa, pati, dan bahan- bahan pektin dan lignin. Selain itu nitrogen merupakan unsur yang paling banyak terakumulasi dalam bahan organik karena merupakan unsur yang penting dalam sel mikroba yang terlibat dalam proses perombakan bahan organik tanah. Jaringan tanaman ini akan mengalami dekomposisi dan akan terangkut ke lapisan bawah serta diinkorporasikan dengan tanah. Tumbuhan tidak saja sumber bahan organik, tetapi sumber bahan organik dari seluruh makhluk hidup.

Sumber sekunder bahan organik adalah fauna.Fauna terlebih dahulu harus menggunakan bahan organik tanaman setelah itu barulah menyumbangkan pula bahan organik.Bahan organik tanah selain dapat berasal dari jaringan asli juga dapat berasal dari bagian batuan. (Sumber: fadlie.web.id)

Perbedaan sumber bahan organik tanah tersebut akan memberikan perbedaan pengaruh yang disumbangkannya ke dalam tanah. Hal itu berkaitan erat dengan komposisi atau susunan dari bahan organik tersebut. Kandungan bahan organik dalam setiap jenis tanah tidak sama. Hal ini tergantung dari beberapa hal yaitu; tipe vegetasi yang ada di daerah tersebut, populasi mikroba tanah, keadaan drainase tanah, curah hujan, suhu, dan pengelolaan tanah. Komposisi atau susunan jaringan tumbuhan akan jauh berbeda dengan jaringan binatang. Pada umumnya jaringan binatang akan lebih cepat hancur daripada jaringan tumbuhan. Jaringan tumbuhan sebagian besar tersusun dari air yang beragam dari 60-90% dan rata-rata sekitar 75%. Bagian padatan sekitar 25% dari hidrat arang 60%, protein 10%, lignin 10-30% dan lemak 1-8%. Ditinjau dari susunan unsur karbon merupakan bagian yang terbesar (44%) disusul oleh oksigen (40%), hidrogen dan abu masing-masing sekitar 8%.Susunan abu itu sendiri terdiri dari seluruh unsur hara yang diserap dan diperlukan tanaman kecuali C, H dan O.

2.5  HUMUS

         Humus merupakan salah satu bentuk bahan organik.Jaringan asli berupa tubuh tumbuhan atau fauna baru yang belum lapuk terus menerus mengalami serangan-serangan jasad mikro yang menggunakannya sebagai sumber energinya dan bahan bangunan tubuhnya.Hasil pelapukan bahan asli yang dilakukan oleh jasad mikro disebut humus.Humus biasanya berwarna gelap dan dijumpai terutama pada lapisan tanah atas.Definisi humus yaitu fraksi bahan organik tanah yang kurang lebih stabil, sisa dari sebagian besar residu tanaman serta binatang yang telah terdekomposisikan.

Humus merupakan bentuk bahan organik yang lebih stabil, dalam bentuk inilah bahan organik banyak terakumulasi dalam tanah.Humus memiliki kontribusi terbesar terhadap durabilitas dan kesuburan tanah.Humuslah yang aktif dan bersifat menyerupai liat, yaitu bermuatan negatif.Tetapi tidak seperti liat yang kebanyakan kristalin, humus selalu amorf (tidak beraturan bentuknya).

Humus merupakan senyawa rumit yang agak tahan lapuk (resisten), berwarna coklat, amorf, bersifat koloidal dan berasal dari jaringan tumbuhan atau hewan yang telah diubah atau dibentuk oleh berbagai jasad mikro. Humus tidaklah resisten sama sekali terhadap kerja bakteri. Mereka tidak stabil terutama apabial terjadi perubahan regim suhu, kelembapan dan aerasi.Adanya humus pada tanah sangat membantu mengurangi pengaruh buruk liat terhadap struktur tanah, dalam hal ini humus merangsang granulasi agregat tanah.Kemampuan humus menahan air dan ion hara melebihi kemampuan liat.Tinggi daya menahan (menyimpan) unsur hara adalah akibat tingginya kapasitas tukar kation dari humus, karena humus mempunyai beberapa gugus yang aktif terutama gugus karboksil. Dengan sifat demikian keberadaan humus dalam tanah akan membantu meningkatkan produktivitas tanah.

  • Sifat dan Ciri Humus
  • Bersifat koloidal seperti liat tetapi amorfous.
  • Luas permukaan dan daya jerap jauh melebihi liat.
  • Kapasitas tukar kation 150-300 me/100 g, liat hanya 8-100 me/100 g.
  • Daya jerap air 80-90% dari bobotnya, liat hanya 15-20%.
  • Daya kohesi dan plastisitasnya rendah sehingga mengurangi sifat lekat dari liat dan membantu granulasi agregat tanah.
  • Misel humus tersusun dari lignin, poliuronida, dan protein liat yang didampingi oleh C, H, O, N, S, P dan unsur lainnya.
  • Muatan negatif berasal dari gugus -COOH dan -OH yang tersembul di pinggiran dimana ion H dapat digantikan oleh kation lain.
  • Mempunyai kemampuan meningkatkan unsur hara tersedia seperti Ca, Mg, dan K.
  1. Merupakan sumber energi jasad mikro.
  2. Memberikan warna gelap pada tanah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.6  Faktor yang mempengaruhi bahan organik tanah

         Diantara sekian banyak faktor yang mempengaruhi kadar bahan organik dan nitrogen tanah, faktor yang penting adalah kedalaman tanah, iklim, tekstur tanah dan drainase. Kedalaman lapisan menentukan kadar bahan organik dan N. Kadar bahan organik terbanyak ditemukan di lapisan atas setebal 20 cm (15-20%). Semakin ke bawah kadar bahan organik semakin berkurang. Hal itu disebabkan akumulasi bahan organik memang terkonsentrasi di lapisan atas.

         Faktor iklim yang berpengaruh adalah suhu dan curah hujan. Makin ke daerah dingin, kadar bahan organik dan N makin tinggi. Pada kondisi yang sama kadar bahan organik dan N bertambah 2 hingga 3 kali tiap suhu tahunan rata-rata turun 100C. bila kelembaban efektif meningkat, kadar bahan organik dan N juga bertambah. Hal itu menunjukkan suatu hambatan kegiatan organisme tanah.

Tekstur tanah juga cukup berperan, makin tinggi jumlah liat maka makin tinggi kadar bahan organik dan N tanah, bila kondisi lainnya sama. Tanah berpasir memungkinkan oksidasi yang baik sehingga bahan organik cepat habis.

Pada tanah dengan drainase buruk, dimana air berlebih, oksidasi terhambat karena kondisi aerasi yang buruk. Hal ini menyebabkan kadar bahan organik dan N tinggi daripada tanah berdrainase baik. Disamping itu vegetasi penutup tanah dan adanya kapur dalam tanah juga mempengaruhi kadar bahan organik tanah. Vegetasi hutan akan berbeda dengan padang rumput dan tanah pertanian. Faktor-faktor ini saling berkaitan, sehingga sukar menilainya sendiri (Hakim et al, 1986).

2.7  Peranan Bahan Organik Bagi Tanah

Bahan organik berperan penting untuk menciptakan kesuburan tanah.Peranan bahan organik bagi tanah adalah dalam kaitannya dengan perubahan sifat-sifat tanah, yaitu sifat fisik, biologis, dan sifat kimia tanah.Bahan organik merupakan pembentuk granulasi dalam tanah dan sangat penting dalam pembentukan agregat tanah yang stabil.Bahan organik adalah bahan pemantap agregat tanah yang tiada taranya.Melalui penambahan bahan organik, tanah yang tadinya berat menjadi berstruktur remah yang relatif lebih ringan.Pergerakan air secara vertikal atau infiltrasi dapat diperbaiki dan tanah dapat menyerap air lebih cepat sehingga aliran permukaan dan erosi diperkecil. Demikian pula dengan aerasi tanah yang menjadi lebih baik karena ruang pori tanah (porositas) bertambah akibat terbentuknya agregat.

Bahan organik umumnya ditemukan dipermukaan tanah.Jumlahnya tidak besar, hanya sekitar 3-5% tetapi pengaruhnya terhadap sifat-sifat tanah besar sekali.Sekitar setengah dari kapasitas tukar kation berasal dari bahan organik.Ia merupakan sumber hara tanaman. Disamping itu bahan organik adalah sumber energi bagi sebagian besar organisme tanah.Dalam memainkan peranan tersebut bahan organik sangat ditentukan oleh sumber dan susunannya, oleh karena kelancaran dekomposisinya, serta hasil dari dekomposisi itu sendiri.

2.8  Peranan Bahan Organik Bagi Tanaman

       Bahan organik memainkan beberapa peranan penting di tanah.Sebab bahan organik berasal dari tanaman yang tertinggal, berisi unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.Bahan organik mempengaruhi struktur tanah dan cenderung untuk menjaga menaikkan kondisi fisik yang diinginkan.Peranan bahan organik ada yang bersifat langsung terhadap tanaman, tetapi sebagian besar mempengaruhi tanaman melalui perubahan sifat dan ciri tanah.

 

2.9  Manfaat Mikroba Bagi Manusia

Selain menjadi sumber ketakutan bagi manusia, mikroba juga memiliki manfaat besar bagi manusia.Mikroba bisa membantu meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan manusia yang memberi ketenangan dan harapan hidup bagi manusia.Keberadaan mikroba banyak menguntungkan manusia.

Mikroba menjadi salah satu tumpuan pengembangan bioteknologi.Beberapa aspek dari mikroba menjadi sumber ketakutan. HIV, SARS, flu burung, antraks merupakan topik-topik yang menimbulkan ketakutan luar biasa bagi manusia, tetapi melalui riset dan teknologi mampu mendatangkan dana.

Selain mikroba yang menakutkan, dikenal pula mikroba yang tidak menakutkan, dan sebaliknya dapat mendatangkan uang, misalnya pangan fungsional atau human probiotik yang membantu meningkatkan imunitas dan kesehatan.Dalam akuakultur misalnya, mikroba berperan dalam hal pakan, lingkungan, pengendalian penyakit, pengolahan dan penanganan produksi dan sebagainya.

Mikroba dan mikrobiologi, memiliki cakupan yang sangat luas.Dalam kaitan dengan akuakultur yang dibahas lebih dalam pidato pengukuhannya menurut guru besar baru ini, akuakultur merupakan suatu kegiatan ekonomi yang cukup menjanjikan dalam mengangkat harkat dan kehidupan dan pemenuhan gizi masyarakat terutama dalam sumber protein hewani.Di Indonesia akuakultur dalam beberapa tahun terakhir menunjukan pertumbuhan yang luar biasa.

Dalam akuakultur diperkenalkan pula produk yang diklaim sebagai probiotik atau makanan tambahan (suplemen) berupa sel-sel mikroba hidup yang memiliki pengaruh menguntungkan bagi hewan inang yang mengonsumsinya melalui penyeimbangan flora mikroba intestinalnya.

Istilah probiotik telah memberikan keuntungan bagi produsen karena memiliki nilai jual lebih baik dibandingkan dengan penggunaan istilah biomediator, agensia biremediasi atau produk mikroba.Namun, sejauh ini penggunaan probiotik dan bioremediator dalam akuakultur tak tercatat atau terpantau dengan baik terutama pada produk-produk yang belum pernah diuji patogenitasnya.Selain itu, terbuka kemungkinan kualitas produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan kenyataan.

                                                                                                           

 

 

 

 

 

 2.10  Pengaruh Bahan Organik pada Sifat Fisika Tanah

  • Meningkatkan kemampuan tanah menahan air. Hal ini dapat dikaitkan dengan sifat polaritas air yang bermuatan negatif dan positif yang selanjutnya berkaitan dengan partikel tanah dan bahan organik. Air tanah mempengaruhi mikroorganisme tanah dan tanaman di atasnya. Kadar air optimal bagi tanaman dan mikroorganisme adalah 0,5 bar/ atmosfer.
  • Warna tanah menjadi coklat hingga hitam. Hal ini meningkatkan penyerapan energi radiasi matahari yang kemudian mempengaruhi suhu tanah.
  • Merangsang granulasi agregat dan memantapkannya
  • Menurunkan plastisitas, kohesi dan sifat buruk lainnya dari liat.
    Salah satu peran bahan organik yaitu sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah. Menurut Arsyad (1989) peranan bahan organik dalam pembentukan agregat yang stabil terjadi karena mudahnya tanah membentuk kompleks dengan bahan organik. Hai ini berlangsung melalui mekanisme:
  • Penambahan bahan organik dapat meningkatkan populasi mikroorganisme tanah, diantaranya jamur dan cendawan, karena bahan organik digunakan oleh mikroorganisme tanah sebagai penyusun tubuh dan sumber energinya. Miselia atau hifa cendawan tersebut mampu menyatukan butir tanah menjadi agregat, sedangkan bakteri berfungsi seperti semen yang menyatukan agregat.
  • Peningkatan secara fisik butir-butir prima oleh miselia jamur dan aktinomisetes. Dengan cara ini pembentukan struktur tanpa adanya fraksi liat dapat terjadi dalam tanah.
  • Peningkatan secara kimia butir-butir liat melalui ikatan bagian-bagian pada senyawa organik yang berbentuk rantai panjang.
  • Peningkatan secara kimia butir-butir liat melalui ikatan antar bagian negatif liat dengan bagian negatif (karbosil) dari senyawa organik dengan perantara basa dan ikatan hidrogen.
  • Peningkatan secara kimia butir-butir liat melalui ikatan antara bagian negatif liat dan bagian positf dari senyawa organik berbentuk rantai polimer.

 

2.11  Pengaruh Bahan Organik pada Sifat Kimia Tanah

      Meningkatkan daya jerap dan kapasitas tukar kation (KTK).Sekitar setengah dari kapasitas tukar kation (KTK) tanah berasal dari bahan organik. Bahan organik dapat meningkatkan kapasitas tukar kation dua sampai tiga puluh kali lebih besar daripada koloid mineral yang meliputi 30 sampai 90% dari tenaga jerap suatu tanah mineral. Peningkatan KTK akibat penambahan bahan organik dikarenakan pelapukan bahan organik akan menghasilkan humus (koloid organik) yang mempunyai permukaan dapat menahan unsur hara dan air sehingga dapat dikatakan bahwa pemberian bahan organik dapat menyimpan pupuk dan air yang diberikan di dalam tanah. Peningkatan KTK menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur- unsur hara.

Unsur N,P,S diikat dalam bentuk organik atau dalam tubuh mikroorganisme, sehingga terhindar dari pencucian, kemudian tersedia kembali. Berbeda dengan pupuk komersil dimana biasanya ditambahkan dalam jumlah yang banyak karena sangat larut air sehingga pada periode hujan terjadi kehilangan yang sangat tinggi, nutrien yang tersimpan dalam residu organik tidak larut dalam air sehingga dilepaskan oleh proses mikrobiologis. Kehilangan karena pencucian tidak seserius seperti yang terjadi pada pupuk komersil. Sebagai hasilnya kandungan nitrogen tersedia stabil pada level intermediet dan mengurangi bahaya kekurangan dan kelebihan. Bahan organik berperan sebagai penambah hara N, P, K bagi tanaman dari hasil mineralisasi oleh mikroorganisme.Mineralisasi merupakan lawan kata dari immobilisasi.Mineralisasi merupakan transformasi oleh mikroorganisme dari sebuah unsur pada bahan organik menjadi anorganik, seperti nitrogen pada protein menjadi amonium atau nitrit.Melalui mineralisasi, unsur hara menjadi tersedia bagi tanaman.

Meningkatkan kation yang mudah dipertukarkan dan pelarutan sejumlah unsur hara dari mineral oleh asam humus.Bahan organik dapat menjaga keberlangsungan suplai dan ketersediaan hara dengan adanya kation yang mudah dipertukarkan. Nitrogen, fosfor dan belerang diikat dalam bentuk organik dan asam humus hasil dekomposisi bahan organik akan mengekstraksi unsur hara dari batuan mineral. Mempengaruhi kemasaman atau pH.Penambahan bahan organik dapat meningkatkan atau malah menurunkan pH tanah, hal ini bergantung pada jenis tanah dan bahan organik yang ditambahkan.Penurunan pH tanah akibat penambahan bahan organik dapat terjadi karena dekomposisi bahan organik yang banyak menghasilkan asam-asam dominan. Sedangkan kenaikan pH akibat penambahan bahan organik yang terjadi pada tanah masam dimana kandungan aluminium tanah tinggi , terjadi karena bahan organik mengikat Al sebagai senyawa kompleks sehingga tidak terhidrolisis lagi .

Peranan bahan organik terhadap perbaikan sifat kimia tanah tidak terlepas dalam kaitannya dengan dekomposisi bahan organik, karena pada proses ini terjadi perubahan terhadap komposisi kimia bahan organik dari senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Proses yang terjadi dalam dekomposisi yaitu perombakan sisa tanaman atau hewan oleh miroorganisme tanah atau enzim-enzim lainnya, peningkatan biomassa organisme, dan akumulasi serta pelepasan akhir. Akumulasi residu tanaman dan hewan sebagai bahan organik dalam tanah antara lain terdiri dari karbohidrat, lignin, tanin, lemak, minyak, lilin, resin, senyawa N, pigmen dan mineral, sehingga hal ini dapat menambahkan unsur-unsur hara dalam tanah.

2.12   Pengaruh Bahan Organik pada Sifat Biologi Tanah         

        Jumlah dan aktivitas metabolik organisme tanah meningkat.Secara umum, pemberian bahan organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme.Bahan organik merupakan sumber energi dan bahan makanan bagi mikroorganisme yang hidup di dalam tanah. Mikroorganisme tanah saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik karena bahan organik menyediakan karbon sebagai sumber energi untuk tumbuh.
Kegiatan jasad mikro dalam membantu dekomposisi bahan organik meningkat. Bahan organik segar yang ditambahkan ke dalam tanah akan dicerna oleh berbagai jasad renik yang ada dalam tanah dan selanjutnya didekomposisisi jika faktor lingkungan mendukung terjadinya proses tersebut. Dekomposisi berarti perombakan yang dilakukan oleh sejumlah mikroorganisme (unsur biologi dalam tanah) dari senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana.Hasil dekomposisi berupa senyawa lebih stabil yang disebut humus.Makin banyak bahan organik maka makin banyak pula populasi jasad mikro dalam tanah.

 

 

 

2.13 Pengaruh Langsung Bahan Organik pada Tanaman

      Melalui penelitian ditemukan bahwa beberapa zat tumbuh dan vitamin dapat diserap langsung dari bahan organik dan dapat merangsang pertumbuhan tanaman.Dulu dianggap orang bahwa hanya asam amino, alanin, dan glisin yang diserap tanaman.Serapan senyawa N tersebut ternyata relatif rendah daripada bentuk N lainnya.Tidak dapat disangkal lagi bahwa bahan organik mengandung sejumlah zat tumbuh dan vitamin serta pada waktu-waktu tertentu dapat merangsang pertumbuhan tanaman dan jasad mikro.

Bahan organik ini merupakan sumber nutrien inorganik bagi tanaman.Jadi tingkat pertumbuhan tanaman untuk periode yang lama sebanding dengan suplai nutrien organik dan inorganik.Hal ini mengindikasikan bahwa peranan langsung utama bahan organik adalah untuk menyuplai nutrien bagi tanaman. Penambahan bahan organik kedalam tanah akan menambahkan unsur hara baik makro maupun mikro yang dibutuhkan oleh tumbuhan, sehingga pemupukan dengan pupuk anorganik yang biasa dilakukan oleh para petani dapat dikurangi kuantitasnya karena tumbuhan sudah mendapatkan unsur-unsur hara dari bahan organik yang ditambahkan kedalam tanah tersebut. Efisiensi nutrisi tanaman meningkat apabila pememukaan tanah dilindungi dengan bahan organik.

2.14  Pengaruh Tidak Langsung Bahan Organik pada Tanaman

 Sumbangan bahan organik terhadap pertumbuhan tanaman merupakan pengaruhnya terhadap sifat-sifat fisik, kimia dan biologis dari tanah. Bahan organik tanah mempengaruhi sebagian besar proses fisika, biologi dan kimia dalam tanah. Bahan organik memiliki peranan kimia di dalam menyediakan N, P dan S untuk tanaman peranan biologis di dalam mempengaruhi aktifitas organisme mikroflora dan mikrofauna, serta peranan fisik di dalam memperbaiki struktur tanah dan lainnya.

Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang tumbuh di tanah tersebut. Besarnya pengaruh ini bervariasi tergantung perubahan pada setiap faktor utama lingkungan. Sehubungan dengan hasil-hasil dekomposisi bahan organik dan sifat-sifat humus maka dapat dikatakan bahwa bahan organik akan sangat mempengaruhi sifat dan ciri tanah. Peranan tidak langsung bahan organik bagi tanaman meliputi :

  • Meningkatkan ketersediaan air bagi tanaman. Bahan organik dapat meningkatkan kemampuan tanah menahan air karena bahan organik, terutama yang telah menjadi humus dengan ratio C/N 20 dan kadar C 57% dapat menyerap air 2-4 kali lipat dari bobotnya. Karena kandungan air tersebut, maka bahan organik terutama yang sudah menjadi humus dapat menjadi penyangga bagi ketersediaan air.
    • Membentuk kompleks dengan unsur mikro sehingga melindungi unsur-unsur tersebut dari pencucian. Unsur N,P,S diikat dalam bentuk organik atau dalam tubuh mikroorganisme, sehingga terhindar dari pencucian, kemudian tersedia kembali.
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation tanah Peningkatan KTK menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur- unsur hara.
  • Memperbaiki struktur tanah Tanah yang mengandung bahan organik berstruktur gembur, dan apabila dicampurkan dengan bahan mineral akan memberikan struktur remah dan mudah untuk dilakukan pengolahan. Struktur tanah yang demikian merupakan sifat fisik tanah yang baik untuk media pertumbuhan tanaman. Tanah yang bertekstur liat, pasir, atau gumpal akan memberikan sifat fisik yang lebih baik bila tercampur dengan bahan organik.
  • Mengurangi erosi
  • Memperbaiki agregasi tanah. Bahan organik merupakan pembentuk granulasi dalam tanah dan sangat penting dalam pembentukan agregat tanah yang stabil. Bahan organik adalah bahan pemantap agregat tanah yang tiada taranya. Melalui penambahan bahan organik, tanah yang tadinya berat menjadi berstruktur remah yang relatif lebih ringan. Pergerakan air secara vertikal atau infiltrasi dapat diperbaiki dan tanah dapat menyerap air lebih cepat sehingga aliran permukaan dan erosi diperkecil. Demikian pula dengan aerasi tanah yang menjadi lebih baik karena ruang pori tanah (porositas) bertambah akibat terbentuknya agregat.
  • Menstabilkan temperatur. Bahan organik dapat menyerap panas tinggi dan dapat juga menjadi isolator panas karena mempunyai daya hantar panas yang rendah, sehingga temperatur optimum yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pertumbuhannya dapat terpenuhi dengan baik.
  • Meningkatkan efisiensi pemupukan

Secara umum, pemberian bahan organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.Demikian pula dengan peranannya dalam menanggulangi erosi dan produktivitas lahan. Penambahan bahan organik akan lebih baik jika diiringi dengan pola penanaman yang sesuai, misalnya dengan pola tanaman sela pada sistem tumpangsari. Pengelolaan tanah atau lahan yang sesuai akan mendukung terciptanya suatu konservasi bagi tanah dan air serta memberikan keuntungan tersendiri bagi manusia.

2.15  Peran Mikroba Tanah dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi     tanaman.

         Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman. Tiga unsur hara penting tanaman, yaitu Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba. Hara N tersedia melimpah di udara.Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Namun, N udara tidak dapat langsung dimanfaatkan tanaman.N harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman.Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dan ada pula yang hidup bebas. Mikroba penambat N simbiotik antara lain : Rhizobium sp yang hidup di dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan ( leguminose ). Mikroba penambat N non-simbiotik misalnya: Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba penambat N simbiotik hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja, sedangkan mikroba penambat N non-simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.

    Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Tanah pertanian kita umumnya memiliki kandungan P cukup tinggi (jenuh).Namun, hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman, karena terikat pada mineral liat tanah. Di sinilah peranan mikroba pelarut P. Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain: Aspergillus sp, Penicillium sp, Pseudomonas sp dan Bacillus megatherium. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K.

Kelompok mikroba lain yang juga berperan dalam penyerapan unsur P adalah Mikoriza yang bersimbiosis pada akar tanaman. Setidaknya ada dua jenis mikoriza yang sering dipakai untuk biofertilizer, yaitu: ektomikoriza dan endomikoriza. Mikoriza berperan dalam melarutkan P dan membantu penyerapan hara P oleh tanaman.Selain itu tanaman yang bermikoriza umumnya juga lebih tahan terhadap kekeringan.Contoh mikoriza yang sering dimanfaatkan adalah Glomus sp dan Gigaspora sp.

Beberapa mikroba tanah mampu menghasilkan hormon tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Hormon yang dihasilkan oleh mikroba akan diserap oleh tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih cepat atau lebih besar. Kelompok mikroba yang mampu menghasilkan hormon tanaman, antara lain: Pseudomonas sp dan Azotobacter sp.

Mikroba-mikroba bermanfaat tersebut diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer.Hasil penelitian yang dilakukan oleh BPBPI mendapatkan bahwa biofertilizer setidaknya dapat mensuplai lebih dari setengah kebutuhan hara tanaman. Biofertilizer yang tersedia di pasaran antara lain: Emas, Rhiphosant, Kamizae, OST dan Simbionriza.

  • Agen Biokontrol               

        Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala serius dalam budidaya pertanian organik. Jenis-jenis tanaman yang terbiasa dilindungi oleh pestisida kimia, umumnya sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit ketika dibudidayakan dengan sistim organik. Alam sebenarnya telah menyediakan mekanisme perlindungan alami.Di alam terdapat mikroba yang dapat mengendalikan organisme patogen tersebut. Organisme patogen akan merugikan tanaman ketika terjadi ketidakseimbangan populasi antara organisme patogen dengan mikroba pengendalinya, di mana jumlah organisme patogen lebih banyak daripada jumlah mikroba pengendalinya. Apabila kita dapat menyeimbangakan populasi kedua jenis organisme ini, maka hama dan penyakit tanaman dapat dihindari.

Mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman antara lain: Bacillus thurigiensis (BT), Bauveria bassiana , Paecilomyces fumosoroseus, dan Metharizium anisopliae . Mikroba ini mampu menyerang dan membunuh berbagai serangga hama. Mikroba yang dapat mengendalikan penyakit tanaman misalnya: Trichoderma sp yang mampu mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh Gonoderma sp, JAP (jamur akar putih), dan Phytoptora sp. Beberapa biokontrol yang tersedia di pasaran antara lain: Greemi-G, Bio-Meteor, NirAma, Marfu-P dan Hamago.

  • Aplikasi pada Pertanian Organik

Produk-produk bioteknologi mikroba hampir seluruhnya menggunakan bahan-bahan alami.Produk ini dapat memenuhi kebutuhan petani organi
k. Kebutuhan bahan organik dan hara tanaman dapat dipenuhi dengan kompos bioaktif dan aktivator pengomposan.Aplikasi biofertilizer pada pertanian organik dapat mensuplai kebutuhan hara tanaman yang selama ini dipenuhi dari pupuk-pupuk kimia. Serangan hama dan penyakit tanaman dapat dikendalikan dengan memanfaatkan biokotrol.

Petani Indonesia yang menerapkan sistem pertanian organik umumnya hanya mengandalkan kompos dan cenderung membiarkan serangan hama dan penyakit tanaman. Dengan tersedianya bioteknologi berbasis mikroba, petani organik tidak perlu kawatir dengan masalah ketersediaan bahan organik, unsur hara, dan serangan hama dan penyakit tanaman.

  • Peran Mikroba sebagai Dekomposer

Berbagai populasi mikroba tanah berperan membantu menyediakan zat-zat makanan bagi tumbuhan. Zat-zat makanan yang tersedia di dalam tanah, yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan antara lain berupa senyawa-senyawa karbon dioksida, dan ion-ion nitrat, sulfat, fosfat.

Di alam terjadi peristiwa daur ulang senyawa-senyawa organik dan anorganik, berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, sehingga terjadi suatu siklus. Siklus-siklus materi tersebut menyangkut siklus karbon, nitrogen, fosfor, sulfur dan besi.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme mikroskopik yang sebagian besar berupa satu sel yang terlalu kecil untuk dapat dilihat menggunakan mata telanjang.Mikroba berukuran sekitar seperseribu milimeter (1 mikrometer) atau bahkan kurang, walaupun ada juga yang lebih besar dari 5 mikrometer. Karenanya, mikroba hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu berupa mikroskop.

   Mikroba-mikroba tanah yang bermanfaat untuk melarutkan unsur hara, membantu penyerapan unsur hara, maupun merangsang pertumbuhan tanaman diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer untuk pertanian organik. Mikroba lebih banyak lagi ditemui pada tanaman dan hewan.

3.2 SARAN

     Tanah sangat kaya akan keragaman mikroorganisme, seperti bakteri, aktinomicetes, fungi, protozoa, alga dan virus. Tanah pertanian yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroba per gram tanah.Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroba tersebut. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peranan yang menguntungan bagi pertanian, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik, re-cycling hara tanaman, fiksasi biologis nitrogen, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen dan membantu penyerapan unsur hara. Bioteknologi berbasis mikroba dikembangkan dengan memanfaatkan peran-peranpentingmikrobatersebut.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.doh.wa.gov/notify/guidelines/pdf/Bakteri Tanah.pdf
Sutrisno. 2004.Mikrobiologi. Volume 2. Yogyakarta : Kanisius

Yunilda Adriyani.2008.Ilmu Tanah.Jakarta: Gramedia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 18, 2012 in Uncategorized

 

makalah mikrobiologi lingkungan “mikroba makanan”

MAKALAH MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN

MIKROBA MAKANAN

 

 

 

DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 :

 

 

 

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYAGAMA HUSADA MALANG

S-1 KESEHATAN LINGKUNGAN

TAHUN AJARAN 2012-2013

 

KATA PENGANTAR

         Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha esa, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul mikroba makanan. Makalah ini diajukan, guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar mikrobiologi lingkungan.
        Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi mahasiswa kesehatan lingkungan dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

Malang,juni  2012

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Cover      

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………………………. i

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………………….. ii

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………..

1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………………………

1.3 Tujuan……………………………………………………………………………………………………………………….

1.4 Manfaat…………………………………………………………………………………………………………………….

Bab II Isi………………………………………………………………………………………………………………………..

2.1 Pengertian mikroba makanan……………………………………………………………………………………….

2.2 Jenis-jenis mikroba yang dapat menyebabkan keracunan pada bahan makanan

2.3Bahaya mikroba dalam makanan…………….

2.4 Pengaruh senyawa anti mikroba bagi pertumbuhan mikroba dalam makanan………

2.5 Mikroba penyebab kebusukan makanan………..

 2.6 Penyebaran bakteri pada makanan dan minuman….
2.7 Penyakit akibat cemaran mikroba patogen pada makanan…

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………………..

3.2 Saran…………………………………………………………………………………………………………………………

Daftar Pustaka         

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

          Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, karena di

dalamnya terkandung senyawa-senyawa organik yang sangat diperlukan untuk

memulihkan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, mengatur proses di

dalam tubuh., perkembangbiakan dan menghasilkan energi. Bahan makanan yang

mengandung bahan-bahan organik merupakan media yang baik untuk

pertumbuhan mikroba. Keberadaan mikroba di dalam makanan ada yang bersifatmenetap (Indigenous) ataupun bersifat cemaran (non-indigenous), sedangkan

berdasarkan peranannya ada yang bersifat menguntungkan ataupun merugikan.

         Makanan olahan adalah makanan yang disajikan oleh jasa boga dimana,

telah mengalami proses pengolahan dari bahan mentah menjadi makanan siap saji.

Makanan olahan mudah sekali tercemar oleh mikroba, sehingga jarang sekali

dijumpai dalam keadaan steri. Salah satu pencemar pada makanan olahan adalah

bakteri Coliform. Golongan bakteri Coliform adalah kelompok bakteri intestinal

yang banyak hidup di saluran pencernaan manusia maupun hewan berdarah panas.

Coliform digunakan untuk uji makanan karena kemampuannya untuk tumbuh baik

pada berbagai macam substrat dan dapat memanfaatkan karbohidrat sebagai

      sumber energinya. Dalam keadaan normal coliform tidak terdapat pada makanan

  • olahan sehingga keberadaan coliformdalam makanan sering kali dijadikan

indikator sanitasi pada makanan. Salah satu cara untuk menganalisis keberadaan bakteri,     coliform makanan olahan adalah dengan menggunakan metode Most Probable Number

(MPN). Jumlah bakteri Coliform pada makanan maka dapat digunakan sebagai

indikasi tingkat sanitasi dari makanan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2  Rumusan  Masalah

Permasalahan yang ingin dipecahkan dalam masalah ini adalah:

1.Apa pengertian mikroba makanan.

2. Jenis-jenis mikroba apa saja yang dapat menyebabkan keracunan pada bahan makanan.

3. Apa bahaya mikroba dalam makanan.

4. Apa pengaruh senyawa anti mikroba bagi pertumbuhan mikroba dalam makanan.

5. Mikroba apa penyebab kebusukan makanan.

6. Bagaimana penyebaran bakteri pada makanan dan minuman.

7. Penyakit apa yang terjadi akibat cemaran mikroba patogen pada makanan.

1.3Tujuan                                                        

Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah:

           1.Untuk mengetahui pengertian mikroba makanan

           2.Untuk mengetahui Jenis-jenis mikroba yang dapat menyebabkan keracunan pada bahan makanan.

 3Untuk mengetahui bahaya mikroba dalam makanan.

 4.Untuk mengetahui pengaruh senyawa anti mikroba bagi pertumbuhan mikroba dalam makanan.

5.Untuk mengetahui  mikroba penyebab kebusukan makanan.

6.Untuk mengetahui Penyebaran bakteri pada makanan dan minuman.

7.Untuk mengetahui penyakit yang terjadi akibat cemaran mikroba patogen pada makanan.

1.4Manfaat

Manfaat yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah:

  1. Untuk memberikan informasi tentang pengertian mikroba makanan.
  2. Untuk memberikan informasi tentang Jenis-jenis mikroba yang dapat menyebabkan keracunan pada bahan makanan.
  3. Utuk memberikan informasi tentang bahaya mikroba dalam makanan.
  4. Untuk memberikan informasi tentang pengaruh senyawa anti mikroba bagi pertumbuhan mikroba dalam makanan.
  5. Untuk memberikan informasi tentang mikroba penyebab kebusukan makanan.
  6. Untuk memberikan informasi tentang penyebaran bakteri pada makanan dan minuman.
  7.  Untuk memberikan informasi tentang penyakit yang terjadi akibat cemaran mikroba patogen pada makanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

                                             ISI  

 

2.1 Pengertian mikroba makanan.

            Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme mikroskopik yang sebagian besar berupa satu sel yang terlalu kecil untuk dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Mikroba berukuran sekitar seperseribu milimeter (1 mikrometer) atau bahkan kurang, walaupun ada juga yang lebih besar dari 5 mikrometer. Karenanya, mikroba hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu berupa mikroskop.

             Bahan makanan merupakan,salah satu tempat yang paling memungkinkan bagi pertumbuhan mikroorganisme. beberapa alasan yang mendasari pentingnya mikroorganisme dalam bahan makanan, yaitu:

           1) Adanya mikroorganisme, terutama jumlah dan macamnya dapat menentukan taraf mutu bahan makanan.

                  2) Mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan kerusakan bahan makanan

                  3) Beberapa jenis mikroorganisme tertentu dapat digunakan untuk membuat produk-produk  makanan khusus.

                  4) Mikroorganisme dapat digunakan sebagai makanan atau makanan tambahan bagi manusia dan hewan.

                  5) Beberapa penyakit dapat berasal dari makanan.

 

   2.2 Jenis-jenis mikroba yang dapat menyebabkan keracunan pada bahan makanan.

                 Sebenarnya ada 2 (dua) tipe keracunan makanan yang disebabkan mikroba yaitu :

  1. Intoksikasi makanan yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh mikroba yang mencemari makanan.
  2. Infeksi makanan, yaitu suatu keadaan timbulnya sakit karena masuknya mikroorganisme melalui perantaraan makanan

Berikut ini adalah jenis-jenis mikroba yang paling sering menimbulkan keracunan makanan / bahan makanan :

 

 

a.Staphylococcus

        Merupakan mikroorganisme yang banyak menyebabkan intoksikasi makanan (75-85 %). Gejala yang biasanya timbul adalah mual, muntah, sakit kepala, keluar keringat dingin.
Racun staphylococcus keluar pada saat direbus dan kumannya mati sehingga untuk mempertahankan kondisi makanan lebih baik, sebaiknya suhu makanan kurang dari 400 F atau lebih dari 1400 F.

b.Clostridium Botulinum

        Keracunan ini disebabkan oleh eksotoksinnya, mikroorganisme ini merupakan kuman yang ansero dan akan memproduksi toksinnya pada suhu yang rendah (kurang dari 380 F). Gejala yang ditimbulkan oleh kuman ini adalah gangguan saraf, lever, konstipasi dan dapat terjadi gagal nafas, gejala akan timbul dalam waktu 12 jam – 10 hari setelah kontak. 

Beberapa saran yang dapat digunakan untuk mencegah timbulnya keracunan akibat mikroorganisme ini adalah dengan menjaga sanitasi makanan, proses pegolahan makanan yang benar, memanaskan makanan kaleng sebelum dikonsumsi dan melakukan kontrol pada pabrik makanan kaleng.

c.Aspergillus

      Umumnya terjadi pada tempat pengolahan makanan ternakayam yang terkontaminasi, tidak diperoleh laporan adanya keracunan aspergillus pada manusia. pencegahan dari kuman ini yaitu dengan mengadakan pemilihan bahan-bahan makanan yang baik serta kelembaban yang baik.

d.Salmonella

      Mikroorganisme ini menyebabkan infeksi / sakit pada manusia yang memakan makanan yang terkontaminasi kuman ini. Kuman ini mempunyai banyak tipe,  antara  lain : Typhymurium S., Newport S., Ranienburg S., Montevideo S., dan lain-lain. Yang menjadi pembawa bagi kuman ini antara lain : insekta, ternak, hewan piaraan dan manusia.

 

 

2.3   Bahaya mikroba dalam makanan.

         Seperti kendaraan, tubuh kita membutuhkan energi dan bahan lain untuk dapat beraktivitas dan makanan menjadi sumber energi dan berbagai zat gizi pendukung hidup tersebut. Tetapi, makanan dapat menjadi wahana bagi unsur pengganggu kesehatan manusia. Bahaya yang timbul dari makanan/ minuman sering disebut sebagai keracunan makanan. Keracunan makanan bisa disebabkan oleh unsur fisik, kimia dan biologis. Pada makanan ,bahaya tersebut dapat terjadi melalui berbagai cara: dari pangan itu sendiri, pekerja, peralatan, proses pengolahan dan pembersihan serta dari konsumen.

  1.  Bahaya Fisik.

       Benda asing seperti rambut, kuku, perhiasan, serangga mati, batu atau kerikil, potongan kayu, pecahan kaca dan lain sebagainya bisa masuk kedalam makanan apabila makanan dijual di tempat terbuka dan tidak disimpan dalam wadah tertutup; penjual mengenakan perhiasan tangan atau kantong pakaiannya berisi uang logam atau bahan lain yang berpeluang jatuh kedalam makanan atau kecerobohan penjual selama menangani makanan dan bahan pangan. Benda asing seperti gelas dan logam dapat mencederai secara fisik misalnya gigi patah, tercekik, melukai kerongkongan dan saluran pencernaan. Benda asing lainnya bisa menjadi pembawa mikroba berbahaya kedalam makanan dan menyebabkan keracunan makanan.

 

  1. Bahaya Kimia.

        Gangguan kesehatan karena unsur kimia terjadi karena penggunaan bahan tambahan secara sengaja kedalam pangan, karena masuknya cemaran bahan kimia kedalam pangan, dan karena racun yang ada didalam bahan pangan. Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan ke dalam pangan untuk mengawetkan makanan, membentuk makanan menjadi lebih baik, renyah dan lebih enak di mulut, memberikan warna dan aroma yang lebih menarik sehingga menambah selera, meningkatkan kualitas pangan dan menghemat biaya. Penggunaan BTP dalam jumlah yang diizinkan, tidaklah berbahaya terhadap kesehatan konsumen. Tetapi, jika menggunakan BTP secara berlebihan atau jika menggunakan bahan tambahan terlarang didalam makanan, akan menyebabkan gangguan kesehatan bagi tubuh. Beberapa bahan tambahan terlarang untuk pangan terakumulasi didalam tubuh dan telah terbukti dapat menyebabkan kanker yang gejalanya tidak dapat terlihat langsung setelah mengkonsumsi makanan. Bahan pewarna, pengawet dan pemanis buatan merupakan bahan tambahan pangan yang sering disalahgunakan pemakaiannya. Contoh penggunaan bahan aditif non pangan adalah penggunaan pewarna tekstil untuk pangan sebagai bahan pewarna makanan atau penggunaan formalin dan boraks sebagai pengawet bahan hewani (ayam, ikan) dan produk olahannya juga pengawet untuk tahu dan mie.

 

  1. Bahaya Biologis.

       Bahaya biologis bisa disebabkan oleh mikroba dan binatang. Mikroba lebih sering menyebabkan keracunan makanan dibandingkan bahan kimia (termasuk racun alami) dan bahan asing (cemaran fisik). Walaupun ada mikroba yang tidak berbahaya dan bahkan digunakan untuk membuat produk makanan seperti kecap, yoghurt dan tempe tetapi, banyak juga yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan hewan. Makanan menjadi beracun karena tercemar oleh mikroba tertentu dan mikroba tersebut menghasilkan racun yang dapat membahayakan konsumen. Bakteri adalah mikroba sel tunggal yang merupakan penyebab utama dari keracunan makanan. Bakteri ada dimana-mana: di udara, air, tanah, tanaman dan hewan bahkan pada makanan yang kita makan.Walaupun beberapa bakteri bisa menyebabkan keracunan makanan, tetapi sebagian besar bakteri yang ada pada makanan hanya bersifat merusak makanan (bakteri pembusuk).

 

2.4 Pengaruh senyawa anti mikroba bagi pertumbuhan mikroba dalam makanan.

       Pertumbuhan mikroba pada pangan juga dipengaruhi oleh adanya bahan pengawet yang terkandung di dalamnya, yaitu senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Bahan pengawet atau disebut juga senyawa antimikroba pada pangan dibedakan atas tiga golongan berdasarkan sumbernya, yaitu:

1.Senyawa antimikroba yang terdapat secara alami di dalam bahan pangan, misalnya asam pada buah-buahan, dan beberapa senyawa pada rempah-rempah.

Bahan pengawet yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam pangan atau pangan olahan, misalnya: Nitrit untuk menghambat bakteri pada kornet sapi dan sosis, Garam natrium klorida untuk menghambat mikroba pada ikan asin, Asam benzoat untuk menghambat kapang dan kamir pada selai dan sari buah, Asam cuka (asam asetat) untuk menghambat mikroba pada asinan, Asam propionat untuk menghambat kapang pada roti dan keju, Sulfit untuk menghambat kapang dan kamir pada buah-buahan kering dan anggur.

Senyawa antimikroba yang terbentuk oleh mikroba selama proses fermentasi pangan. Asam laktat, hidrogen peroksida (H202), dan bakteriosin adalah senyawa antimikroba yang dibentuk oleh bakteri asam laktat selama pembuatan produkproduk susu fermentasi seperti yogurt, yakult, susu asidofilus, dan lain-lain, serta dalam pembuatan pikel dari sayur-sayuran seperti sayur asin.

Mekanisme Kerja Penghambatan Senyawa Antimikroba.

Keefektifan penghambatan merupakan salah satu kriteria pemilihan suatu senyawa antimikroba untuk diaplikasikan sebagai bahan pengawet bahan pangan. Semakin kuat penghambatannya semakin efektif digunakan. Kerusakan yag ditimbulkan komponen antimikroba dapat bersifat mikrosidal (kerusakan tetap) atau mikrostatik (kerusakan sementara yang dapat kembali). Suatu komponen akan bersifat mikrosidal atau mikrostatik tergantung pada konsentrasi dan kultur yang digunakan

Mekanisme penghambatan mikroorganisme oleh senyawa antimikroba dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

 gangguan pada senyawa penyusun dinding sel,  peningkatan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan kehilangan komponen penyusun sel, menginaktivasi enzim, dan  destruksi atau kerusakan fungsi material genetic .

   1. Menggangu pembentukan dinding sel.

        Mekanisme ini disebabkan karena adanya akumulasi komponen lipofilat yang terdapat pada dinding atau membran sel sehingga menyebabkan perubahan komposisi penyusun dinding sel.  Terjadinya akumulasi senyawa antimikroba dipengaruhi oleh bentuk tak terdisosiasi. Pada konsentrasi rendah molekul-molekul phenol yang terdapat pada minyak thyme kebanyakan berbentuk tak terdisosiasi, lebih hidrofobik, dapat mengikat daerah hidrofobik membran protein, dan dapat melarut baik pada fase lipid dari membran bakteri.

2. Bereaksi dengan membran sel

       Komponen bioaktif dapat mengganggu dan mempengaruhi integritas membran sitoplasma, yang dapat mengakibatkan kebocoran materi intraseluler, seperti senyawa phenol dapat mengakibatkan lisis sel dan meyebabkan deaturasi protein, menghambat pembentukan protein sitoplasma dan asam nukleat, dan menghambat ikatan ATP-ase pada membran sel.

 

3.Menginaktivasi enzim

       Mekanisme yang terjadi menunjukkan bahwa kerja enzim akan terganggu dalam mempertahankan kelangsungan aktivitas mikroba, sehingga mengakibatkan enzim akan memerlukan energi dalam jumlah besar untuk mempertahankan kelangsungan aktivitasnya. Akibatknya energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan menjadi berkurang sehingga aktivitas mikroba menjadi terhambat atau jika kondisi ini berlangsung lama akan mengakibatkan pertumbuhan mikroba terhenti (inaktif) .

 

4. Menginaktivasi fungsi material genetic.

       Komponen bioaktif dapat mengganggu pembentukan asam nukleat (RNA dan DNA), menyebabkan terganggunya transfer informasi genetik yang selanjutnya akan menginaktivasi atau merusak materi genetik sehingga terganggunya proses pembelahan sel untuk pembiakan.

2.5 Mikroba penyebab kebusukan makanan.

       Kebusukan makanan,khususnya makanan kaleng dapat disebabkan oleh kapang, khamir dan bakteri. Tanda-tanda kebusukan makanan kaleng oleh mikroorganisme dapat dilihat dari  penampakan abnormal dari kaleng (kembung, basah atau label yang luntur), penampakan produk yang tidak normal serta bau yang menyimpang,  produk hancur dan pucat, dan  keruh atau tanda-tanda abnormal lain pada produk cair. Dari ketiga jenis mikroba tersebut, bakteri merupakan penyebab kerusakan yang utama.

      Kerusakan oleh kapang

Kapang mempunyai kisaran pH pertumbuhan yang luas, yaitu 1.5-11.0. Kebanyakan kapang dapat hidup pada aw> 0.70. Kebusukan makanan kaleng yang disebabkan oleh kapang sangat jarang terjadi, tetapi mungkin saja terjadi. Kebanyakan kapang tidak tahan panas sehingga adanya kapang pada makanan kaleng disebabkan oleh kurangnya pemanasan (under process) atau karena terjadi kontaminasi setelah proses. Kapang memerlukan oksigen untuk tumbuh sehingga pertumbuhan pada kaleng hanya mungkin terjadi apabila kaleng bocor.

      Kapang lebih tahan asam, sehingga kapang terutama membusukkan makanan asam, seperti buah-buahan asam dan minuman asam. Kapang seperti Bysochamys fulva, Talaromyces flavus, Neosartorya fischeri dan lain-lain telah diketahui sebagai penyebab kebusukan minuman sari buah kaleng dan produk-produk yang mengan-dung buah. Spora kapang-kapang ini ternyata mampu bertahan pada pemanasan yang digunakan untuk mengawetkan produk tersebut. Spora kapang ini tahan terha-dap pemanasan selama 1 menit pada 92oC dalam kondisi asam atau pada makanan yang diasamkan. Akan tetapi untuk mencapai konsistensi yang seperti ini, kapang tersebut memerlukan waktu untuk membentuk spora, sehingga sanitasi sehari-hari terhadap peralatan sangat penting untuk mencegah pertumbuhan kapang ini dan pembentukan sporanya. Pada umumnya kapang yang tumbuh pada makanan yang diolah dengan panas tidak menyebabkan penyakit pada manusia.

2.6 Penyebaran bakteri pada makanan dan minuman.

Bahan pangan dapat berasal dari tanaman maupun ternak. Produk ternak merupakan sumber gizi utama untuk pertumbuhan dan kehidupan manusia. Namun, produk ternak akan menjadi tidak berguna dan membahayakan kesehatan apabila tidak aman dikonsumsi. Bahan pangan asal ternak (daging, telur, susu) serta olahannya mudah rusak dan merupakan media yang sangat baik bagi pertumbuhan mikroba.

          Cemaran mikroba pada pangan asal ternak yang dapat membahayakan kesehatan manusia adalah  Coliform,  Escherichia coli, Enterococci, Staphylococcus aureus, Clostridium  sp., Salmonella  sp., Champhylobacter  sp.,  dan Listeria  sp. (Syukur 2006). Beberapa cemaran mikroba yang berbahaya pada produk segar antara lain adalah Salmonella sp., Shigella sp., dan  E. coli Tidak kalah pentingnya, selain makanan manusia juga membutuhkan minuman sebagai asupan akan kebutuhan air dan elektrolit. Minuman yang dikonsumsi oleh manusia tidak ubahnya dengan makanan yang dapat tercemari oleh bakteri, misalnya susu. Susu memiliki kandungan gizi yang tinggi dan merupakan bahan makanan. sempurna, karena mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan tubuh manusia dalam jumlah yang cukup dan seimbang.

          Susu merupakan media yang sangat baik bagi pertumbuhan bakteri dan dapat menjadi sarana bagi penyebaran bakteri yang membahayakan kesehatan manusia. Karena itu, susu akan mudah tercemar mikroorganisme bila penanganannya tidak memperhatikan aspek kebersihan.

Bakteri yang dapat mencemari susu terdiri atas dua golongan, yaitu bakteri patogen dan bakteri pembusuk. Kedua golongan bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit yang ditimbulkan oleh susu (milkborne disease),  seperti tuberkulosis, bruselosis, dan demam tipoid.  Mikroorganisme lain yang terdapat di dalam susu yang dapat menyebabkan penyakit adalah  Salmonella, Shigella, Bacillus cereus, dan S. aureus .Selain itu pada susu juga terdapat bakteri Proteus, Clostridium, E.Coli, dan Streptococcus pyogenes. Mikroorganisme tersebut dapat masuk ke dalam susu melalui udara, debu, alat pemerah, dan  manusia.

Streptococcus pyogenes adalah salah satu bakteri pada susu, bakteri ini berbentuk coccus Gram positif, non motil, tidak berkapsul dan tidak berspora. Bakteri ini termasuk dalam bakteri β-hemolitik. Bakteri ini berasal dari kelenjar mammae yang terinfeksi. Pada manusia infeksi dari bakteri ini akan menyebabkan radang tenggorokan akut tanpa dahak (faringitis).

2.7 Penyakit akibat cemaran mikroba patogen pada makanan.

       Foodborne disease merupakan penyakit yang diakibatkan karena mengkonsumsi makanan yang tercemar mikroba pathogen. Lebih dari 90%kejadian penyakit pada manusia disebabkan mengkonsumsi makanan yang tercemar bakteri patogen, seperti penyakit tipus, disentri,botulisme, dan intoksikasi bakteri lainnya seperti hepatitis A.Mikroba terutama bakteri yang bersifat patogen dapat ditemukan di mana saja, di tanah, air, udara, tanaman,binatang,bahan pangan, peralatan untuk pengolahan bahkan pada tubuh manusia.Pangan membawa berbagai jenis mikroba,yang dapat berasal dari mikroflora alamitanaman atau hewan, baik yang berasal dari lingkungan maupun yang masuk selama pemanenan atau penyembelihan,distribusi, penanganan pasca panen,pengolahan, serta penyimpanan produk.Pertumbuhan mikroba terjadi dalam waktu singkat dan pada kondisi yang sesuai, antara lain tersedianya nutrisi, pH,suhu, dan kadar air bahan pangan. Kelompok mikroba pembusuk akan mengubah makanan segar menjadi busuk bahkan dapat menghasilkan toksin (racun), yang kadang-kadang tidak menunjukkan tanda-tanda

perubahan atau kerusakan fisik (bau busuk kurang  nyata) sehingga bahan pangan tetap dikonsumsi.busuk kurang nyata) sehingga bahan pangan tetap dikonsumsi. Disajikan infeksi mikroba patogen ke dalam pangan dan dampaknya terhadap kesehatan manusia.Saluran pencernaan manusia merup akan sistem yang terbuka.Apabila mikroba patogen yang terdapat pada makanan ikut termakan maka pada kondisi yang sesuai mikroba patogen akan berkembang biak di dalam saluran pencernaan sehingga menyebabkan gejala penyakit atau sering disebut infeksi. Racun atau toksin yang dihasilkan oleh mikroba patogen yang ikut termakan menyebabkan gejala penyakit yang disebut keracunan atau intoksikasi.Gejala akut yang disebabkan oleh mikroba patogen adalah diare, muntah, dan pusing-pusing bahkan pada kondisi yang parah dapat menyebabkan kematian.

        Aflatoksin merupakan mikotoksin yang dihasilkan oleh A. flavus atau A.parasiticus dan bersifat hepatokarsinogen.Apabila termakan dan terakumulasi dalam jumlah yang berlebihan, aflatoksin dapat menyebabkan kerusakan hati pada manusia dengan aflatoksin, histamin yang merupakan  racun dari produk perikanan akibat cemaran mikroba patogen dapat menyebabkan keracunan. Gejala keracunan histamin dimulai beberapa menit sampai beberapa jam setelah makanan dikonsumsi,antara lain berupa sakit kepala, kejangkejang,diare, muntah-muntah, kulit bergaris merah, pembengkakan pada bibir, dan kerongkongan terasa terbakar. Gejala iniumumnya berlangsung kurang dari 12 jam dan dapat diobati dengan terapi antihistamin     Patogen bawaan dari makanan seperti Clostridium botulinum sangat berkaitan dengan penyakit ekstraintestinal akut, yang dapat menyebabkan sindrom neuroparalisis dan sering kali berakibat fatal. Penyakit ekstraintestinal juga dapat disebabkan oleh cemaran Listeria monocytogenes yang menyebabkan penyakit ringan seperti flu, hingga penyakit berat seperti meningitis dan meningoensefalitis.E. coli penghasil verotoksin umumnya mengakibatkan diare berdarah dan dapat menyebabkan uremia hemolitik, yang ditandai dengan trombositopenia, anemia hemolitik, dan gagal ginjal akut terutama pada anak-anak. Salmonelosis merupakan penyakit yang diakibatkan oleh cemaran Salmonella dan dapat menyebabkan rematik, meningitis, abses limpa,pankreatitis,septikemia, dan osteomielitis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1  KESIMPULAN.

          Makanan dari produk pertanian merupakan sumber gizi bagi tubuh. Setiap individu berhak mendapatkan makanan yang bergizi dan aman agar dapat hidup sehat. Kesalahan dalam memilih makanan justru dapat menuai penyakit bahkan berujung pada kematian.Kasus keracunan makanan dapat disebabkan oleh faktor manusia karena kurangnya pengetahuan tentang penanganan maupun pengolahan makanan yang baik, serta praktek sanitasi dan higiene yang belum memadai. Sering kali cemaran berasal dari pengolah makanan maupun dari peralatan yang digunakan dalam pengolahan dan lingkungan tempat pengolahan. Cemaran dapat terjadi karena kontak langsung antara anggota tubuh orang yang sedang sakit dengan makanan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.Cemaran mikroba patogen seperti S.aureus, E. coli, C. botulinum, C. perfringens,dan L.monocytogenes yang berbahaya bagi kesehatan manusia harus dikurangi mulai dari tahap budi daya,panen, pascapanen, pengolahan hingga distribusi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk menerapkan Good Agriculture Practices, Good Farming Practices, Good Handling Practices, dan Hazard Analysis and Critical Control Point sehingga menghasilkan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.

 

3.2  SARAN.

        Disarankan untuk selalu menjaga kebersihan makanan yang ada di lingkungan tempat tinggal kita,dan menkonsumsi makanan yang di lakukan dengan proses dekontaminasi yang terkontrol dengan baik dan tidak terjadi gangguan-gangguan kesehatan yg dapat membahayakan tubuh kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR  PUSTAKA

Irianto, Koes. 2007. Mikrobiologi: Menguak Dunia Mikroorganisme. Bandung: CV. YRAMA WIDYA

Setyawan, Arif Budi. 2008. Keamanan Pangan “Food safety” Industri. (Online), (www.teknopangan.com, diakses pada tanggal 10 Mei 2008).

Syarifah. 2002. Mikroba Patogen pada Makanan dan Sumber Pencemarannya. (Online), (www.fkm-albiner.com, diakses pada tanggal 10 Mei 2008)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 18, 2012 in Uncategorized

 

aplikom “kumpulan ahortcuts keyboard komputer”

Kumpulan Shortcuts Keyboard Komputer

CTRL+C (Copy)
CTRL+X (Cut)
CTRL+V (Paste)
CTRL+Z (Undo)
DELETE (Delete)
SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
F2 key (Rename the selected item)
CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
CTRL+A (Select all)
F3 key (Search for a file or a folder)
ALT+ENTER (View the properties for the selected item)
ALT+F4 (Close the active item, or quit the active program)
ALT+ENTER (Display the properties of the selected object)
ALT+SPACEBAR (Open the shortcut menu for the active window)
CTRL+F4 (Close the active document in programs that enable you to have multiple documents open simultaneously)
ALT+TAB (Switch between the open items)
ALT+ESC (Cycle through items in the order that they had been opened)
F6 key (Cycle through the screen elements in a window or on the desktop)
F4 key (Display the Address bar list in My Computer or Windows Explorer)
SHIFT+F10 (Display the shortcut menu for the selected item)
ALT+SPACEBAR (Display the System menu for the active window)
CTRL+ESC (Display the Start menu)
ALT+Underlined letter in a menu name (Display the corresponding menu)
F10 key (Activate the menu bar in the active program)
RIGHT ARROW (Open the next menu to the right, or open a submenu)
LEFT ARROW (Open the next menu to the left, or close a submenu)
F5 key (Update the active window)
BACKSPACE (View the folder one level up in My Computer or Windows Explorer)
ESC (Cancel the current task)
SHIFT when you insert a CD-ROM into the CD-ROM drive (Prevent the CD-ROM from automatically playing)

Dialog Box Keyboard Shortcuts

CTRL+TAB (Move forward through the tabs)
CTRL+SHIFT+TAB (Move backward through the tabs)
TAB (Move forward through the options)
SHIFT+TAB (Move backward through the options)
ALT+Underlined letter (Perform the corresponding command or select the corresponding option)
ENTER (Perform the command for the active option or button)
SPACEBAR (Select or clear the check box if the active option is a check box)
Arrow keys (Select a button if the active option is a group of option buttons)
F1 key (Display Help)
F4 key (Display the items in the active list)
BACKSPACE (Open a folder one level up if a folder is selected in the Save As or Open dialog box)

Microsoft Natural Keyboard Shortcuts
Windows Logo (Display or hide the Start menu)
Windows Logo+BREAK (Display the System Properties dialog box)
Windows Logo+D (Display the desktop)
Windows Logo+M (Minimize all of the windows)
Windows Logo+SHIFT+M (Restore the minimized windows)
Windows Logo+E (Open My Computer)
Windows Logo+F (Search for a file or a folder)
CTRL+Windows Logo+F (Search for computers)
Windows Logo+F1 (Display Windows Help)
Windows Logo+ L (Lock the keyboard)
Windows Logo+R (Open the Run dialog box)

Microsoft Internet Explorer Navigation
CTRL+B (Open the Organize Favorites dialog box)
CTRL+E (Open the Search bar)
CTRL+F (Start the Find utility)
CTRL+H (Open the History bar)
CTRL+I (Open the Favorites bar)
CTRL+L (Open the Open dialog box)
CTRL+N (Start another instance of the browser with the same Web address)
CTRL+O (Open the Open dialog box, the same as CTRL+L)
CTRL+P (Open the Print dialog box)
CTRL+R (Update the current Web page)
CTRL+W (Close the current window)

Windows Explorer Keyboard Shortcuts
END (Display the bottom of the active window)
HOME (Display the top of the active window)
NUM LOCK+Asterisk sign (*) (Display all of the subfolders that are under the selected folder)
NUM LOCK+Plus sign (+) (Display the contents of the selected folder)
NUM LOCK+Minus sign (-) (Collapse the selected folder)
LEFT ARROW (Collapse the current selection if it is expanded, or select the parent folder)
RIGHT ARROW (Display the current selection if it is collapsed, or select the first subfolder)

Shortcut Keys for Character Map
RIGHT ARROW (Move to the right or to the beginning of the next line)
LEFT ARROW (Move to the left or to the end of the previous line)
UP ARROW (Move up one row)
DOWN ARROW (Move down one row)
PAGE UP (Move up one screen at a time)
PAGE DOWN (Move down one screen at a time)
HOME (Move to the beginning of the line)
END (Move to the end of the line)
CTRL+HOME (Move to the first character)
CTRL+END (Move to the last character)
SPACEBAR (Switch between Enlarged and Normal mode when a character is selected)

Microsoft Management Console (MMC) Main Window Keyboard Shortcuts
CTRL+O (Open a saved console)
CTRL+N (Open a new console)
CTRL+S (Save the open console)
CTRL+M (Add or remove a console item)
CTRL+W (Open a new window)
F5 key (Update the content of all console windows)
ALT+SPACEBAR (Display the MMC window menu)
ALT+F4 (Close the console)
ALT+A (Display the Action menu)
ALT+V (Display the View menu)
ALT+F (Display the File menu)
ALT+O (Display the Favorites menu)

MMC Console Window Keyboard Shortcuts
CTRL+P (Print the current page or active pane)
ALT+Minus sign (-) (Display the window menu for the active console window)
SHIFT+F10 (Display the Action shortcut menu for the selected item)
F1 key (Open the Help topic, if any, for the selected item)
F5 key (Update the content of all console windows)
CTRL+F10 (Maximize the active console window)
CTRL+F5 (Restore the active console window)
ALT+ENTER (Display the Properties dialog box, if any, for the selected item)
F2 key (Rename the selected item)
CTRL+F4 (Close the active console window. When a console has only one console window, this shortcut closes the console)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 18, 2012 in Uncategorized

 

aplikom “internet”

INTERNET

Pengertian INTERNET :

Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya.

Di internet ada dua tipe komputer,

1.komputer server, yaitu penyedia layanandan informasi internet yang dapat diakses oleh komputer lainnya.

2.Komputer client, yaitu komputer yanghanya dapat mengakses layanan yang diberikan oleh komputer server.

 

Sejarah INTERNET :

1. Dimulai pada tahun 1969, saat itu Departemen PertahananAmerika mengadakan riset tentang bagaimana caranyamenghubungkan antar komputer sehingga membentukjaringan, programtersebut dikenal dengan nama ARPAnet(Advance Research Project Agency)

2. Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan emailbuatannya untuk ARPAnet, dan ikon @ (at atau pada) jugadiperkenalkan pada tahun yang sama.

3. Tahun 1973 Jaringan ARPAnet dikembangkan ke luar Amerika

4. Tahun 1982 TCP IP (Transmission Control Protocol InternetProtocol) dibentuk karena semakin lama komputer jaringansemakin banyak bermunculan dan di butuhkan sebuah protocolresmi yang diakui oleh semua jaringan.

5. Tahun 1984 di bentuk DNS (Domain Name Sistem) karenauntuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer .

6. Tahun 1988 diperkenalkan IRC (Internet Relay Chat)

7. Tahun 1990, merupakan tahun yang bersejarah karena TimBerners Lee menemukan program WWW (world wide web) yangbias menjelajah antara satu komputer ke komputer lainnyamelalui browser

8. Tahun 1994 muncul banyak situs diantaranya situs virtualshopping atau commerce (e-retail), pada tahun yang samamuncul yahoo! Dan Netscape Navigator versi 1.0 sebagaibrowser

 

Layanan/ fasilitas di INTERNET :

1. Web, adalah fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi dan data multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu sama lain. Untuk memudahkan Anda membaca data dan informasi tesebut Anda dapat mempergunakan web browser seperti Internet Explorer ataupun Mozilla Firefox.

2. FTP (File Transfer Protokol), Digunakan untuk memindahkan file dari satukomputer ke komputer lain di internet dengan konsep client server.

3. E-mail (electronic mail) yaitu fasilitas komunikasi pengguna internet melalui suratelektronik. Jenis email dibagi menjadi 2 type yaitu : 1. POP mail yangmemungkinkan membacanya tidak harus online (sebelumnya dibuka untukdisimpan pada software POP mail, mozilla thunderbird/outlook) dan 2. Emailberbasis web (webmail) yaitu e-mail yang banyak di tawarkan oleh berbagai situs(ex : yahoo.com dll).

4. Milist (mailing list) merupakan sebuah alamat email yang di dalamnya berisikumpulan alamat e-mail anggotanya. Dengan mengirim pesan ke sebuah milist ,maka pesan akan terkirim ke semua anggota milist tersebut.

5. Newsgroup (kelompok diskusi) merupakan layanan untuk menyampaikanpendapat atau memberikan tanggapan atas topik tertentu dan ditampilkan padahalaman newsgroup tersebut.

6. Telnetdigunakan untuk mengakses data di komputer lain di internet danmenjalankan program-program di dalamnya.

7. Gopher merupakan layanan internet berbasis teks yang dikembangkan diuniversity of Minnesota, Layanan ini sekarang sudah digantikan dengan layananWWW yang mampu menampilkan aspek grafis, tidak hanya teks.

8. IRC (Internet Relay Chatting) , Layanan ini hampir sama dengan newsgroup, tetapi tidak dikhususkan pada topik tertentu.

9. VoIP (Voice over Internet Protocol), merupakan layanan untuk menelpon melaluiinternet (hemat pulsa interlocal/internasional karena menggunakan pulsa teleponlocal).

 

Ada beberapa istilah yang sering digunakan apabila Anda bekerja dalam Internet, diantaranya yaitu:

  • WWW (World Wide Web), merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk digunakan bersama. Berbagai informasi dapat Anda temukan pada WWW, seperti informasi politik, ekonomi, sosial, budaya, sastra, sejarah, teknologi, pendidikan dan sebagainya. Kita dapat mengumpamakan WWW ini merupakan perputakaan besar yang menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan.
  • Web Site (Situs Web), merupakan tempat penyimpanan data dan informasi dengan berdasarkan topik tertentu. Diumpamakan situs Web ini adalah sebuah buku yang berisi topik tertentu.
  • Web Pages (Halaman Web), merupakan sebuah halaman khusus dari situs Web tertentu. Diumpamakan halaman Web ini adalah sebuah halaman khusus buku dari situs Web tertentu.
  • Homepage, merupakan sampul halaman yang berisi daftar isi atau menu dari sebuah situs Web.
  • Browser, merupakan program aplikasi yang digunakan untuk memudahkan Anda melakukan navigasi berbagai data dan informasi pada WWW.

 

Untuk dapat saling terkoneksiantara satu komputer dengankomputer lain di seluruh duniadalam jaringan internet diperlukanbeberapa hal berikut ini :

1.Perangkat keras

2.Perangkat lunak

3.Protokol (TCP/IP)

4.Saluran telekomunikasi

5.Sambungan ke ISP (internetservice provider)

 

Dampak positif internet :

1. Internet sebagai media komunikasi

2. Media pertukaran data

3. Media untuk mencari informasi dan data

4. Kemudahan memperoleh informasi

5. Sumber informasi

6. Kemudahan berbisnis

7. Sumber penghasilan

 

Dampak negatif :

1. Pornografi

2. Violence and gore (kekejaman dan kesadisan)

3. Penipuan

4. Carding (mendeteksi transaksi online penggunakartu kredit yang selanjutnya data-data yangdidapat digunakan untuk kejahatan, membobolkartu tsb)

5. Mengurangi sifat sosial

6. kecanduan

 

Istilah-istilah lain dalam penggunaan internet :

1. e-commerceyaitu transaksi jual belimelalui internet

2. e-library yaitu layanan akses pustakamelalui internet /intranet

3. e-learningyaitu pembelajaran onlinemenggunakan perangkat lunak yangtersambung dengan jaringan internet

4. internet bankingatau e-bankingyaitupelayanan bank kepada para nasabahnyamelalui fasilitas internet

5. e-governmentyaitu layanan pemerintahkepada masyarakat luas secara onlinemelalui internet.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 18, 2012 in Uncategorized